Pemeriksaan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Hadirkan Saksi Fakta ke Polda Metro

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID– Tim hukum Roy Suryo CS mendatangi Polda Metro Jaya untuk menghadirkan sejumlah saksi fakta dalam proses pemeriksaan lanjutan, Selasa (10/2/2026).

Kehadiran saksi-saksi tersebut bertujuan untuk memberikan keterangan yang dianggap dapat meringankan posisi klien mereka dalam perkara yang tengah ditangani penyidik.

Koordinator tim, Refly Harun, menjelaskan bahwa hari ini pihaknya membawa dua saksi fakta utama, yakni Yulianto, mantan Ketua Komisioner Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta) dan Edy Mulyadi,  wartawan senior.

BACA JUGA:NasDem Belum Tentukan Capres 2029, Waketum: Masih Fokus Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Saksi pertama, Yulianto, memberikan keterangan mengenai asal-usul informasi perbedaan foto pada ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sebagai mantan Ketua KIP DKI periode 2012-2016, ia mengaku telah menerima informasi tersebut sejak masa kampanye Pilgub DKI 2012.

"Pada 2012 beliau sudah mendapatkan informasi dari tim sukses saat itu bahwa ada perbedaan foto pada ijazah. Hal itulah yang dijelaskan sebagai saksi fakta," ujar Refly Harun.

Yulianto menegaskan bahwa apa yang dilakukan Roy Suryo, Rismon, dan dr. Tifa adalah bagian dari hak publik untuk memperoleh informasi yang benar sesuai konstitusi dan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Ia menilai langkah kriminalisasi dengan tuduhan pencemaran nama baik sebagai hal yang ironis.

BACA JUGA:Polda Metro Tolak Permintaan Roy Suryo Cs Atas 709 Barang Bukti Ijazah Jokowi

Sementara itu, Edy Mulyadi memberikan kesaksian mengenai peristiwa klarifikasi data di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 15 April 2025.

Sebagai jurnalis yang meliput langsung kejadian tersebut, Edy menekankan bahwa Roy Suryo CS datang dalam kapasitas sebagai peneliti dan alumni.

"Mas Edi adalah jurnalis awal yang mewawancarai mereka di UGM. Di sana jelas mereka datang sebagai peneliti yang ingin melihat data dan skripsi secara langsung," tambah Refly.

Edy membeberkan bahwa pertemuan di UGM sempat memanas karena pihak kampus tidak segera memberikan data yang dijanjikan.

Menurutnya, tim peneliti baru bisa melihat dan memotret dokumen skripsi di menit-menit terakhir sebelum memutuskan untuk walk out.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Gelontorkan Rp911,16 Miliar untuk Diskon Transportasi Lebaran 2026
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemerintah Gelontorkan Bansos Rp17,5 Triliun untuk 18 Juta Keluarga Jelang Idulfitri
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapan Volatilitas IHSG Mereda? Analis: Pasar Tunggu Kepastian Regulasi
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan 4 Saham
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PDIP Soroti Ketidakpuasan Kinerja Prabowo Sebagai Presiden, Angka PHK Disinggung
• 11 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.