GenPI.co - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyoroti angka ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia menyebut angka ketidakpuasan publik mencapai 19.3 persen. Rinciannya, 17.1 persen kurang senang, dan 2,2 persen tidak suka sama sekali.
“Saya kira itu warning juga untuk pemerintah, supaya lebih meningkatkan kinerja,” katanya dikutip dari JPNN, Selasa (10/2).
Anggota Komisi XIII DPR itu menyinggung sejumlah peristiwa, seperti penanganan bencana ekologis yang menjadi perhatian publik.
Dia juga menyebut jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan angka ketidakpuasan publik.
“Daya beli masyarakat menjelang puasa dan Lebaran, mengalami penurunan. Sementara itu, harga kebutuhan bahan pokok naik,” ujarnya.
Andreas memastikan PDIP terus mengawasi kerja pemerintahan, supaya bisa maksimal dalam mengeksekusi program prorakyat.
“Kami sebagai partai penyeimbang, tetap melihat pemerintah harus lebih kerja keras untuk itu,” tuturnya.
Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei yang menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo Subianto, selama menjabat Presiden RI.
Hasil survei mengungkap 79,9 persen responden puas, dengan rincian 13,0 persen sangat senang dan 66,9 cukup suka.
Kemudian, jumlah responden yang tidak puas ada 19,3 persen, dengan rincian 17,1 persen kurang senang dan 2,2 persen tidak suka sama sekali. (ast/jpnn)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?





