Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga hari ke depan, terhitung 10 hingga 12 Februari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Eltari II Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan peringatan dini ini dikeluarkan menyusul adanya dinamika atmosfer skala regional yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di NTT.
"Dinamika tersebut antara lain menguatnya Monsun Asia, fenomena La Nina lemah, serta adanya gelombang atmosfer low yang berdampak pada peningkatan potensi hujan di wilayah NTT," ujar Sti Nenotek dalam keterangan resminya, Selasa, 10 Februari 2026.
Selain itu, keberadaan pusat tekanan rendah di utara Australia, tepatnya di Teluk Carpentaria, turut memicu terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di atas wilayah NTT.
Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang.
"Kelembapan udara pada lapisan 800 mb hingga 500 mb terpantau cukup tinggi, berkisar antara 70 hingga 95 persen, sehingga sangat mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal di wilayah NTT," jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas masyarakat.
Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada Selasa, 10 Februari 2026, meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, Rote Ndao, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, Lembata, Alor, serta Pulau Sumba.
Pada Rabu, 11 Februari 2026, potensi serupa diperkirakan terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Malaka, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, dan Pulau Sumba.
Sementara pada Kamis, 12 Februari 2026, wilayah terdampak meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Malaka, Belu, Sabu Raijua, Rote Ndao, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, Flores Timur, Lembata, Alor, serta Pulau Sumba.
BMKG juga mencatat dampak cuaca ekstrem telah terjadi di Kabupaten Flores Timur. Hujan dan angin kencang yang berlangsung selama dua hari berturut-turut menyebabkan tebing di bahu jalan longsor dan menutup akses menuju Desa Lamatutu dan Desa Nusa Nipa, Kecamatan Tanjung Bunga, pada Senin, 9 Februari 2026.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas masyarakat di dua desa tersebut sempat lumpuh total. BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau informasi cuaca terkini.
Editor: Redaksi TVRINews





