Karena Terlalu Banyak Pilihan, Kita Justru Melewatkan Harta yang Ada di Dekat Kita

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Manusia, karena memiliki pilihan, sering kali justru melanggar aturan hidupnya sendiri.

Di tengah sistem ekonomi modern yang makmur, kita dihadapkan pada begitu banyak pilihan—dalam urusan orang, peristiwa, maupun benda. Karena pilihan terlalu banyak, kebiasaan ragu-ragu dan bimbang pun menjadi hal yang umum bagi kebanyakan orang.

Saat kamu melihat meja sebelah memesan hidangan yang berbeda, mungkin kamu mulai bertanya-tanya: apakah makanan mereka lebih enak?

Akhirnya, setiap kali membuka menu dengan deretan nama masakan yang panjang, kamu kembali diliputi kebimbangan.

Ketika melihat teman atau rekan hidupnya tampak lebih baik, kamu mungkin mulai meragukan diri sendiri: apakah aku salah memilih bidang? Salah masuk perusahaan?

Akibatnya, hati menjadi tidak fokus, bekerja setengah-setengah, dan hasilnya pun makin menurun.

Saat berjalan-jalan dan melihat wanita cantik, kamu mungkin mulai bertanya: apakah aku salah menikah? Salah memilih pasangan?  

Pulang ke rumah pun wajah jadi masam—bagaimana mungkin hubungan bisa tetap harmonis?

Karena pilihan semakin banyak, kita justru semakin mudah tersesat dan tak lagi tahu apa yang sebenarnya kita inginkan.

Suatu kali, saya pernah menangani konseling sepasang suami istri. Di tengah proses, saya bertanya kepada sang suami:  “Jika seumur hidup kamu hanya boleh membeli satu mobil yang kamu sukai dan tidak boleh menggantinya, bagaimana kamu akan merawat mobil itu?”

Dengan antusias dia menjawab: “Saya akan pakai oli terbaik, servis tepat waktu, sering mencuci mobil, dan merawatnya sebaik mungkin…”

Saya mengangguk sambil tersenyum mendengarkan penjelasannya yang panjang. Lalu saya bertanya lagi:  “Kalau seumur hidup kamu hanya boleh menikahi satu istri dan tidak bisa menggantinya, bagaimana kamu akan memperlakukannya?”

Wajah sang suami langsung memerah. Dia merangkul istrinya, lalu menjabat tangan saya sambil berkata:  “Saya tahu jawabannya sekarang.”

Dalam sekejap, cara dia memandang istrinya pun berubah.

Kadang-kadang, tidak memiliki pilihan justru lebih baik daripada memiliki terlalu banyak pilihan.

Hari ini, bagaimana kamu ingin kembali memandang pekerjaanmu? Pasangan hidupmu?

Jika tidak ada pilihan hidup hanyalah rangkaian momen-momen yang terpisah.

Namun melalui ingatan dan imajinasi, makna-makna bermunculan—menghilang dan hadir silih berganti—memberi kita pembebasan dan penghiburan.

Hargailah orang-orang di sekitarmu…

“Orang-orang yang diam-diam berkorban untuk kita sering kali justru tidak kita hargai.
Karena adanya pilihan, kita malah melewatkan harta paling berharga yang ada di dekat kita.”

Renungan

Hidup dijalani melalui pilihan yang tak pernah berhenti. Selama mampu, entah itu dalam hal penggunaan, makanan, pakaian, pekerjaan, bahkan pasangan hidup—setiap orang tentu berharap bisa memilih yang paling cocok, paling memuaskan, dan paling disukai.

Namun itu sejatinya hanyalah sebuah ilusi yang tak mungkin terwujud sepenuhnya. Karena pada fase usia, waktu, dan lingkungan yang berbeda, standar “cocok”, “suka”, dan “puas” pun berubah. Pada satu masa, orang, peristiwa, dan benda tertentu mungkin terasa paling tepat. Namun seiring waktu berlalu dan cara pandang bergeser, nilai-nilai pun ikut berubah.

Bagaimanapun, manusia adalah makhluk yang mudah berubah—dan sering kali membuat keputusan hanya berdasarkan perasaan sesaat.(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Tancap Gas Kebijakan Populis Sejak Tahun Pertama
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Wamendagri Minta Penataan Ruang Daerah Harus Sejalan dengan Kebijakan Nasional
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Penerbit Tarik Buku Mohan Hazian dan Putus Kontrak Imbas Dugaan Pelecehan Seksual!
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
MSCI Bukan Segalanya! Ini Pola Baru Pergerakan IHSG
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Heboh! Timnas Futsal Indonesia Disamakan dengan Arsenal Usai Gagal Juara Piala Asia 2026: Mereka Terinspirasi
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.