Rakyat Kian Kritis terhadap Elite Politik, Waketum PKB Ingatkan Kader Jaga Etika

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Rakyat saat ini semakin kritis dan sensitif terhadap perilaku elite politik. Kesalahan kecil seorang politisi seringkali menjadi sorotan dan dapat menimbulkan penilaian negatif dan merusak citra seluruh partai. Kondisi ini perlahan memudarkan kepercayaan publik yang dikhawatirkan akan berdampak buruk ke depannya.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal, mengingatkan agar kadernya mampu menjadi teladan, menjaga etika, dan memupuk kepercayaan publik yang perlahan memudar terhadap partai politik. Ia menganalogikan, kepercayaan rakyat terhadap partai politik ibarat kaca, sekali retak, sulit diperbaiki.

Baca Juga
  • Cak Imin Umumkan Plt Ketua Dewan Syura PKB Pengganti Ma'ruf Amin
  • Cak Imin Lantik Pimpinan DPW PKB, Harapkan Jaga Suara Partai
  • DPW PKB Jabar Siapkan Politik Jalan Kaki Hadapi 2029

Dia berkata, dalam konteks itu kader PKB dituntut hadir sebagai solusi, bukan sekadar partai yang mengkritik. "Rakyat hari ini sangat sensitif terhadap perilaku elite-elite politik. Satu kesalahan kecil bisa menimbulkan pandangan negatif terhadap seluruh partai. Karena itu, pengurus PKB harus menjadi teladan dalam sikap, etika, dan kerja nyata," kata Cucun saat memberikan sambutan dalam pengukuhan pengurus DPW PKB DIY, Jumat (7/2/2026), sekaligus menyampaikan pesan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Menurut Cucun, pengukuhan DPW PKB DIY yang dilakukan hari ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan penegasan arah politik PKB ke depan, yang akan menentukan apakah partai ini menjadi "partai biasa-biasa saja" atau partai yang mampu menghadirkan kepemimpinan nyata dan solusi bagi rakyat. Kader harus bekerja di tengah rakyat, menghadirkan solusi nyata bagi persoalan ekonomi, keadilan sosial, dan kesatuan bangsa.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Cucun kemudian menyoroti situasi global yang saat ini penuh dengan ketidakpastian. Ekonomi dunia bergejolak, konflik berkepanjangan terjadi di berbagai kawasan termasuk Timur Tengah dan Eropa, perubahan iklim semakin nyata, sementara kepercayaan rakyat terhadap politik dan berbagai lembaga terus diuji. Dalam konteks tersebut, stabilitas negara Indonesia harus disyukuri, tetapi rakyat tidak hanya menginginkan stabilitas, mereka ingin kehidupan yang lebih adil, lebih pasti, dan lebih bermanfaat.

"Dalam situasi seperti ini, politik tidak boleh biasa-biasa saja. Partai politik harus hadir sebagai solusi. PKB adalah solusi bangsa. Oleh karena itu, PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu, PKB harus menjadi kekuatan politik yang memimpin, kekuatan politik yang nyata-nyata menentukan arah, menggerakan perubahan dan memikul tanggung jawab kebangsaan," ujarnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Bisnis Non Kopi, FORE Suntik Modal Anak Usaha Belasan Miliar Rupiah  
• 9 detik laluidxchannel.com
thumb
Dampak Penggunaan ChatGPT, Ingatan Menurun Tajam
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Rapat Paripurna DPR Sahkan Taufikurrahman Sebagai Anggota Baru Badan Supervisi LPS
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
9-10 Hari Lagi Puasa, Berikut Doa Menyambut Ramadhan 2026 Dianjurkan Ustaz Adi Hidayat
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Carrick Coret Laga Komersial Demi Jaga Performa Pemain, Cristiano Ronaldo Batal Lawan Manchester United
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.