Kemendagri: Bela Negara Harus Dimulai dari Diri Sendiri melalui Aksi Ketahanan Pangan

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

DIREKTUR Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri,  Akmal Malik, menegaskan bahwa esensi bela negara di era modern tidak lagi sekadar retorika, melainkan aksi nyata yang dimulai dari diri sendiri. Hal tersebut disampaikan pada  pembukaan kegiatan Aksi Bela Negara Menyongsong 5 Abad Jakarta Sebagai Kota Global Yang Berbudaya, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesbangpol DKI ini mengusung tema "Meningkatkan Ketahanan Pangan Tahun 2026".

Dalam arahannya,  Akmal Malik  menggarisbawahi bahwa program strategis Presiden tidak akan mencapai keberhasilan maksimal tanpa inisiatif personal dari setiap warga negara. Akmal menekankan bahwa ketahanan pangan adalah tantangan global yang harus direspon dengan kesadaran ideologis sejak dini.

Baca juga : Mendagri Minta Daerah Sigap Adakan Gerakan Pangan Murah

"Program-program bagus yg sdh digagas oleh Bapak Presiden tidak akan berjalan optimal apabila kita tidak memulai dari diri kita sendiri. Jika Bapak dan Ibu ingin membela negara, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, mulailah dari rumah dan lingkungan sendiri," tegas Akmal sembari menunjukkan video dokumentasi aksi penanaman bibit mandiri di Gedung Polpum.

Lebih lanjut, ia juga memberikan catatan kritis mengenai penurunan jumlah petani muda di Indonesia. Dari lebih dari 26 juta petani, hanya 2,1 juta yang tergolong petani pemula, dan angka ini terus menyusut. Akmal memperingatkan bahwa tanpa manpower yang cukup, kedaulatan pangan akan sulit dicapai di masa depan..

"Di Negara lain di Asia Tenggara, anak-anak didoktrin ideologi untuk cinta terhadap tanam menanam, di sini kita lebih cenderung memberikan anak kita gadget. Mindset ini yang harus kita ubah, kita bentuk rasa cinta pangan sejak usia dini," tuturnya dalam sambutan pembukaan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesbangpol tanpa menggunakan Dana APBD ini murni bekerja sama dengan sektor swasta (CEOS), Srikandi Tani, pegiat seni, serta pengusaha menengah ke bawah ini direncanakan akan berlangsung dari Tanggal 10 hingga 12 Februari 2026. Untuk meningkatkan awareness peserta terhadap ketahanan pangan, dalam kegiatan juga diisi oleh berbagai Bazar, baik Produk UMKM, Karya Seni Batik, hingga pupuk dan bibit tanaman.(H-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rekomendasi Sepatu Lari 2026 di Bawah Rp1 Juta sampai Rp3 Jutaan, Mana yang Cocok Buat Kamu?
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Muzani Gerindra: Semua Tokoh Berpeluang Dampingi Prabowo di Pemilu 2029
• 37 menit laluliputan6.com
thumb
Hari Jadi Takalar ke-66, Gubenur Sulsel Prioritaskan 110 KM Jalan dan Bantuan Korban Puting Beliung
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Benahi Hidupmu, Mulai dari Buku Bacaanmu
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
TMMD ke-127, TNI Buka Jalan hingga Perbaiki Rumah Rusak di Cikeusal Serang
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.