JAKARTA, KOMPAS.TV - Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya pemerataan penyaluran kredit perbankan menyusul temuan survei Indikator Politik Indonesia yang turut menyoroti tekanan terhadap kelas menengah.
Dalam wawancara program Sapa Indonesia Pagi, Selasa (10/2/2026), Dahnil mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus agar akses permodalan dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh pelaku usaha kecil dan kelompok menengah-bawah.
Menurut Dahnil, total kredit yang disalurkan perbankan di Indonesia mencapai sekitar Rp7.000 triliun setiap tahun.
Baca Juga: Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Tancap Gas Kebijakan Populis Sejak Tahun Pertama
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp5.000 triliun berasal dari bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Ia menegaskan, penyaluran kredit tersebut harus dipastikan menyentuh sektor produktif seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.
“Jangan sampai kemudian kredit perbankan yang hampir setiap tahun itu nilainya 7.000 triliun yang disalurkan oleh seluruh perbankan di Indonesia, 5.000 triliunnya oleh bank Himbara, itu harus diperhatikan, yang dipastikan, yang 5.000 triliun dialokasi disalurkan untuk kredit itu harus menyentuh kelompok-kelompok UMKM misalnya, koperasi dan sebagainya,” ujar Dahnil.
"Jangan sampai 70 persennya itu tersalur ke kelompok-kelompok konglomerasi," imbuhnya.
Ia menjelaskan, pemerataan kredit menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat, khususnya kelas menengah, agar tidak mengalami penurunan kesejahteraan.
Baca Juga: Gerindra: Prabowo Jadikan 19,3 Persen Publik Belum Puas sebagai Bahan Evaluasi
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Fadhilah
Sumber : Kompas TV
- kredit himbara
- kredit umkm
- survei indikator ekonomi
- kelas menengah indonesia
- dahnil anzar simanjuntak
- kebijakan kredit prabowo





