Ketua MPR RI Ahmad Muzani berharap tradisi Meugang atau menyantap daging lembu menjelang Ramadan di Aceh tetap berjalan lancar, meski daerah tersebut masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir dan longsor.
Muzani mengatakan, persoalan Meugang turut menjadi perhatian pemerintah daerah dan telah disampaikan kepadanya oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem.
“Yang disampaikan oleh Wakil Gubernur adalah soal Meugang. Bagaimana desa-desa, baik orang yang terdampak termasuk orang yang tidak terdampak bisa menikmati Meugang sebagai tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun ini tanpa kurang,” ungkap Muzani saat menyalurkan bantuan di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2).
Pasokan Lembu Jadi TantanganMuzani menjelaskan, meski kondisi di sejumlah wilayah Aceh mulai membaik, tantangan utama menjelang Ramadan adalah keterbatasan pasokan lembu akibat dampak bencana.
“Karena meskipun tidak terdampak, problem utamanya juga di Aceh ini kekurangan lembu. Lembunya sebagian besar sudah terkena dampak, sehingga bagaimana caranya supaya Meugang ada, dagingnya ada. Ini juga persoalan yang harus dipikirkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan ketersediaan pasokan lembu di Aceh agar tradisi Meugang tetap dapat dilaksanakan oleh masyarakat.
Pemerintah Pusat Salurkan Sapi MeugangSementara Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan, pemerintah pusat telah menyetujui bantuan sapi Meugang untuk disalurkan ke ribuan desa di Aceh.
“Sapi Meugang kami mendapatkan laporan dari pak Kasatgas, pak presiden telah menyetujui bahwa 1.455 sapi untuk Aceh,” ujar Fadhlullah di lokasi yang sama.
Ia menegaskan, Meugang merupakan tradisi yang memiliki nilai sakral bagi masyarakat Aceh. Karena itu, pemerintah berharap pasokan daging lembu menjelang Ramadan tercukupi.





