Mengenal TBC Ginjal: Gejala, Penyebab hingga Bahayanya

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Penyakit tuberkulosis (TBC) selama ini lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Nyatanya, TBC bisa juga menyerang ginjal seperti yang dialami oleh vokalis Element, Lucky Widja. 
 
Sebenarnya seperti apa itu TBC ginjal? Yuk kenali TBC ginjal dan gejalanya berikut ini. 
 
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus dosen Fakultas Kedokteran IPB University, Christy Efiyanti, menjelaskan TBC ginjal merupakan salah satu bentuk TBC ekstra paru yang terjadi akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis pada ginjal. Perbedaan utama TBC ginjal dan TBC paru terletak pada organ yang terinfeksi.

Pada TBC paru, infeksi terjadi di paru. Sementara itu, infeksi TBC ginjal umumnya terjadi akibat penyebaran kuman dari fokus infeksi primer di paru melalui aliran darah.
 
“Rute infeksi utamanya melalui inhalasi aerosol yang mengandung Mycobacterium tuberculosis. Ginjal memiliki banyak pembuluh darah dan dapat terinfeksi secara hematogen, melalui pembuluh darah limfatik, atau penyebaran langsung setelah infeksi primer dari paru atau usus,” jelas Christy dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Februari 2026. 
 
Dia memaparkan proses infeksi tersebut dapat menimbulkan peradangan kronis pada ginjal. Kondisi ini dapat berkembang menjadi nefritis tubulointerstisial (peradangan ginjal) kronis, nekrosis papiler, hingga fibrosis dengan kerusakan luas pada jaringan ginjal. 
 

Baca Juga :

Mahasiswa ITS Bikin Alat Deteksi TBC dari Suara Batuk

“Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk uropati obstruktif, hidronefrosis, dan gagal ginjal,” ujar dia. 
 
Gejala awal TBC ginjal kerap tidak khas sehingga sering terlambat terdiagnosis. Keluhan bisa berupa nyeri berkemih, peningkatan frekuensi berkemih, atau perdarahan saluran kemih.
 
“Kadang hanya dikira sebagai infeksi saluran kemih biasa,” kata Christy. 
 
Gejala umum seperti demam, penurunan berat badan, dan keringat malam juga dapat muncul, meski tidak selalu. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan pemeriksaan dini.
 
“Bila ada keluhan berkemih sebaiknya jangan ditunda, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologis untuk menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan yang sesuai,” ujar dia. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
53,81 kilometer jalan di Jaksel rusak
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Jadi Tersangka Pengedar Sabu, Kasat Narkoba Polres Bima Dipecat
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
KIJA Raup Marketing Sales Rp3,6 Triliun Sepanjang 2025 Ditopang Kawasan Industri Cikarang
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Daftar Tiket Pesawat Menjelang Imlek 2026, Mana yang Paling Murah?
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Fiks! Jenderal Sigit Tak Perlu Jadi Petani, Ini Kata Istana soal Polri di Bawah Kementerian
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.