GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengeklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan penting dalam menurunkan angka ketimpangan ekonomi di ibu kota. Pernyataan ini merujuk pada data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang menunjukkan tren positif pada berbagai indikator sosial dan ekonomi.
Kinerja ekonomi Jakarta tercatat tumbuh sebesar 5,21% secara tahunan, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11%.
"Yang paling menggembirakan buat saya pribadi adalah indikator yang menyangkut tentang, yang berkaitan dengan gizi, menunjukkan kebaikan," kata Pramono dikutip Selasa (10/2).
Baca juga : Pasokan Pangan Lokal Memperkuat Program MBG Agar Terukur dan Tepat Sasaran
Pramono menyoroti pergerakan gini ratio atau tingkat ketimpangan pengeluaran dan pendapatan warga Jakarta. Menurutnya, angka ketimpangan yang sempat melebar selama bertahun-tahun kini mulai menunjukkan penurunan.
"Gini ratio-nya yang selama ini enggak pernah turun, melebar dari 0,39 terus menjadi 0,441, naik terus. Ini sudah berlangsung lama. Sekarang mulai turun. Saya yakin, besar atau kecil, ini pasti kontribusi bersama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan Badan Gizi," ungkap Pramono.
Selain ketimpangan, sejumlah indikator sosial lain juga disebut membaik, mulai dari penurunan angka stunting dan kemiskinan hingga meningkatnya lapangan pekerjaan.
Baca juga : Cuaca Ekstrem, Pramono Bakal Lanjutkan OMC Hingga Februari
Kolaborasi Bantuan Pendidikan dan GiziGubernur memandang pengelolaan sistem pendidikan di Jakarta saat ini lebih terkendali dibandingkan wilayah lain berkat adanya bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dipadukan dengan pemenuhan gizi bagi siswa.
"Sekolahnya ditanggung oleh pemerintah DKI, kemudian masih ada insentif lainnya. Hal yang menyangkut gizi tadi, dipenuhi oleh Badan Gizi Nasional," tutur Pramono.
Melalui sinergi berbagai program ini, Pramono optimistis taraf hidup warga Jakarta akan terus meningkat secara berkelanjutan.
"Jadi kalau di Jakarta ini, saya yakin sekarang ini opportunity orang untuk bisa hidup lebih baik itu terbuka lebar," lanjutnya. (Far/I-1)



