AHM Catat Penjualan 4,98 Juta Motor 2025, Terdongkrak Program MBG

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA—PT Astra Honda Motor (AHM) pada 2025 membukukan penjualan kendaraan roda dua sebanyak 4,98 juta motor, naik 1% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan penjualan itu, AHM tercatat menguasai 77,66% pangsa pasar kendaraan bermotor nasional dari total penjualan 6,41 juta unit pada 2025. Pangsa pasar itu sedikit menyusut jika dibandingkan dengan tahun lalu mencapai 78% dari total penjualan nasional 6,33 juta unit.

“Penjualan kami pada tahun lalu hampir 5 juta, tepatnya 4,978 juta. Jadi hampir 5 juta, meningkat 1% dibandingkan dengan 2024,” kata Thomas Wijaya, Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM, dalam temu media, Senin (10/2/2026).

Thomas menyampaikan penjualan kendaraan bermotor sangat tergantung dengan kondisi ekonomi. Dia mengidentifikasi tiga sektor utama, manufaktur, perkebunan, dan pertanian menjadi mendorong penjualan.

Namun, sambungnya, tiga sektor utama itu cenderung melandai pada tahun lalu. Dia melihat program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak pada perekonomian sehingga membuat daya beli masyarakat meningkat.

“Ada laporan dari diler-diler bahwa yang terdampak MBG itu daya belinya meningkat, misal peternak ayam petelur dan pertanian penopang program MBG, membuat daya belinya naik mensubtisusi penurunan daya beli dari sektor-sektor utama sehingga penjualan roda dua tidak turun,” tuturnya.

Baca Juga

  • AHM Luncurkan All New Vario 125 Tipe Advance dan Street di IIMS 2026
  • Pameran Motor IMOS 2025, Astra Honda Boyong ADV 160 Baru hingga ICON:e
  • Astra Honda Motor (AHM) Ingin Subsidi Sepeda Motor Listrik Lanjut di Era Prabowo

Fenomena kenaikan penjualan kendaraan karena terdampak program MBG juga dialami roda empat. Salah satu yang merasakan dampak positifnya adalah penjualan mobil pikap Daihatsu hingga Suzuki, yang mengalami peningkatan signifikan sejak program tersebut berjalan.

Thomas menambahkan faktor lain yang membuat penjualan kendaraan bermotor tetap tumbuh adalah penundaan penerapan opsen pajak di beberapa daerah. Setidaknya hanya 6 daerah yang menerapkan opsen pajak.

“Enggak tahu tahun ini, kabarnya daerah yang mau menerapkan opsen pajak menjadi 12 daerah,” ujarnya.

Direktur Marketing AHM Octavianus Dwi Putro menambahkan bahwa ada pergeseran permintaan kendaraan untuk kelas ‘high end’. Semula pangsa pasar kelas ini berada di kisaran 20%-an kini mencapai 33% dari total penjualan AHM.

AHM membagi kelas konsumen dalam pembelian kendaraan menjadi tiga. Kelas teratas adalah harga di atas Rp30 juta, menengah rentang harga Rp20 juta-Rp30 juta, dan kelas bawah Rp20 juta.

“Apakah ini bisa disebut apakah daya beli naik? Tidak juga, karena sebanyak 60% membeli melalui skema pembiayaan untuk kendaraan kelas teratas, dari semula komposisi ini 50:50 ya,” tuturnya.

Dari sisi harga, Octa menyampaikan bahwa tidak serta-merta disebut ada peningkatan daya beli, karena nilainya jauh lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan roda empat. “Jadi mereka ini kayak upgride kelas aja, beda kan selisihnya kalau upgride kelas dengan mobil mobil,” terangnya.

Penjualan Roda Dua pada 2025

Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengklaim penjualan sepeda motor sepanjang 2025 telah mencapai target yang ditetapkan. Data AISI mencatatkan penjualan sepeda motor sepanjang 2025 tembus 6,41 juta unit.

Angka itu naik tipis 1,25% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,33 juta unit.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menyampaikan ada sejumlah faktor yang menopang ketahanan pasar sepeda motor. Salah satunya dukungan lembaga pembiayaan atau leasing yang mempermudah penyaluran kredit kendaraan roda dua.

Selain itu, keputusan sejumlah pemerintah daerah menunda penerapan opsen pajak turut meringankan beban pajak konsumen dalam pembelian kendaraan bermotor.

“Kemudian juga didukung oleh pemerintah daerah, karena hampir 90% itu kan menunda opsen. Kalau opsen itu tetap dijalankan mungkin agak berat mencapai target tahun lalu,” kata Sigit kepada Bisnis, dikutip Kamis (8/1/2026). 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Buntut Kasat Narkoba Terlibat Narkotika, Puluhan Personel Polres Bima Kota Dites Urine
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Pakar UGM Ingatkan Risiko Bencana Harus Masuk Perhitungan Kebijakan Ekonomi Nasional
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Melonjak 71% dalam Sepekan, Saham LION Dibekukan Sementara
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
MA Putuskan 37.973 Perkara Sepanjang 2025, Rasio Produktivitas di Atas 99 Persen
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.