Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah meminta bantuan kepada pemerintah pusat agar menanggung iuran BPJS Kesehatan milik 500 ribu masyarakat Aceh dengan APBN. Sebab, ia menilai, kondisi usai bencana ini belum sepenuhnya pulih sehingga BPJS yang semula ditanggung oleh APBD Aceh belum bisa dipenuhi.
“Dari efek bencana ini kami mengusulkan, karena selama ini untuk BPJS Aceh ada 500.000 jiwa yang ditanggung dengan dana APBA, Pak, dana daerah, Pak. Selebihnya ditanggung oleh APBN,” ungkapnya di hadapan Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua Satgas Rehabilitasi Tito Karnavian di Kantor Gubernur Provinsi Aceh, Selasa (10/2).
Fadhlullah mengatakan, secara aturan hal tersebut diperbolehkan. Di tengah kunjungan dari Muzani dan pimpinan MPR lainnya, ia harap usulan ini bisa lebih cepat disetujui.
“Secara aturan, daerah bencana boleh mengusulkan untuk BPJS ini ditanggung dengan dana APBN. Kami telah mengusulkan, Pak, nanti suratnya kami serahkan kepada Bapak agar ini cepat disetujui,” paparnya.
Fadhlullah mengatakan, saat ini anggaran daerah masih difokuskan untuk pemulihan pasca bencana. Ia berharap BPJS 500 ribu masyarakat Aceh itu bisa segera ditangani pemerintah pusat.
“Kalau dulunya ditanggung dengan dana APBA, sementara saat ini bencana kami fokus kepada bencana, kami berharap ini bisa ditanggung oleh APBN, hanya 500.000 jiwa, Pak,” ungkapnya.




