Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menepis kabar miring soal ramainya pemain diaspora bergabung tim Super League. Ia membantah hal itu hanya demi mengejar Timnas Indonesia juara Piala AFF.
Musim ini, banyak pemain diaspora yang bergabung klub Super League, seperti Jens Raven, Rafael Struick, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, Thom Haye, hingga Eliano Reijnders.
"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan gitu. Yang ngasih isu juga maunya mencerdaskan, karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Menyangkut duit. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?" kata Arya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/2).
"Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan uang. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ. Bayar-bayar enggak ada situ urusan PSSI. Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Emang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi."
"Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub untuk enggak ada lah. Mana ada. Mana enggak pernah terjadi seperti itu," lanjutnya.
Arya menilai bahwa isu tersebut tak masuk akal. PSSI tak melakukan intervensi soal perekrutan pemain-pemain ke klub Indonesia.
"Jadi mungkin ya pengamatnya itu berada dari luar semesta, alam semesta. Enggak ada, di dunia enggak ada yang seperti itu gitu. Jadi pakai logika sederhana, itu uang antar uang. Yang bayar klub. Kalau klubnya enggak mau bayar, memang PSSI bisa nyuruh klubnya?" ujarnya.
"Jadi itu mekanisme pasar aja dan mereka ya, kita kan enggak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan enggak ada gaji PSSI terhadap pemain. Jadi udahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas gitu. Jangan enggak cerdas," tandasnya.





