AS Menyita Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia di Samudra Hindia

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Anggota militer AS menahan kapal tanker lain dari apa yang disebut armada bayangan Rusia, Aquila II, menurut unggahan Pentagon di X.

Detail Operasi

Menurut pernyataan tersebut, Aquila II melanggar karantina yang diberlakukan pada kapal-kapal yang dikenai sanksi di Karibia. Kapal tersebut mencoba melarikan diri, dan pasukan AS mengejarnya dari Laut Karibia ke Samudra Hindia.

Semalam, militer AS melakukan inspeksi, pencegahan maritim, dan penggeledahan kapal di Samudra Hindia. Operasi tersebut dilakukan tanpa insiden.

Pentagon Mengeluarkan Peringatan Keras

Departemen Perang AS menekankan bahwa tidak ada negara lain yang dapat menegakkan kehendaknya di mana pun di dunia dengan cara yang sama seperti Amerika Serikat.

“Ketika Departemen Perang mengatakan karantina, kami sungguh-sungguh. Melalui darat, udara, atau laut, Angkatan Bersenjata kami akan menemukan Anda dan menegakkan keadilan. Anda akan kehabisan bahan bakar jauh sebelum Anda dapat melarikan diri dari kami,” kata pernyataan itu.

Kapal Tanker Aquila II

Menurut Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR), Aquila II adalah bagian dari armada bayangan Rusia dan berafiliasi dengan Sunne Co Limited, sebuah perusahaan yang dikenai sanksi AS.

Kapal tanker tersebut aktif terlibat dalam mengekspor minyak Rusia yang dikenai sanksi dari pelabuhan di Laut Hitam dan Laut Baltik.

Pada tahun 2025, sanksi terhadap kapal tersebut diberlakukan secara bersamaan oleh Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Kanada, Swiss, dan Ukraina.

Pada Januari 2026, kapal tanker tersebut menjadi salah satu kapal yang secara terbuka melanggar blokade laut Venezuela yang diberlakukan AS di bawah Operasi Southern Spear. Untuk mengangkut minyak Venezuela dan menghindari pengejaran, kapal tersebut menggunakan nama samaran, Cape Balder.

Pada 9 Januari, Penjaga Pantai AS menahan kapal tanker Olina. Kapal itu juga merupakan bagian dari armada bayangan dan khusus mengekspor minyak Rusia yang dikenai sanksi ke Tiongkok, India, dan Turki, sambil menyembunyikan benderanya, termasuk dengan menyamar sebagai kapal yang terdaftar di Timor Timur. (yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Demi Lovato Pernah Stres Berat, Cara Ampuh Wanita Mengatasi Tekanan Emosional
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
Andre Rosiade Bagikan Sembako di Perumnas Indarung, Warga Sampaikan Harapan
• 4 jam laludetik.com
thumb
Jarang Dimainkan MU, Joshua Zirkzee Jadi Incaran AS Roma di Bursa Transfer
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Prabowo dan Asosiasi Pengusaha Indonesia Berkumpul di Hambalang
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Sinar Mas Land Dukung Hari Pers Nasional 2026, melalui Seminar Nasional ‘Menakar Daya Ungkit KEK ETKI Banten sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru’
• 6 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.