Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil survei indeks persepsi korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) 2025. TII juga memeringkat tingkat korupsi negara-negara di dunia.
Dikutip dari situs TII, IPK merupakan indikator komposit untuk mengukur persepsi korupsi sektor publik pada skala 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih) di 180 negara dan wilayah berdasarkan kombinasi dari 13 survei global. Penilaian korupsi menurut persepsi pelaku usaha dan penilaian ahli sedunia kepada lembaga publik.
Manajer Program TII, Ferdian Yazid, mengungkapkan skor IPK tertinggi mayoritas dipegang oleh negara Skandinavia.
"Negara top 10 pemuncak klasemen CPI. Mayoritas didominasi negara skandinavia," kata Ferdian dalam Peluncuran Corruption Perseption Index 2025, Selasa (10/2).
Skor IPK memiliki rentang 0-100. Skor 0 berarti sangat korup sementara 100 sangat tidak korup.
Berikut 5 negara dengan skor IPK tertinggi di dunia:
Denmark (89)
Finlandia (88)
Singapura (84)
Selandia Baru (81)
Norwegia (81)
Selain itu, Ferdian menambahkan, pihaknya turut memeringkat negara-negara paling korup di dunia.
"Lalu, 10 negara terbawah dengan skor CPI terburuk ini biasanya negara fragile estate yang ada di Amerika Tengah, Latin, dan Afrika," ujar dia.
Berikut daftar 6 negara paling korup:
Sudan Selatan (9)
Somalia (9)
Venezuela (10)
Yemen (13)
Libya (13)
Eritrea (13)
Untuk Indonesia, skor IPK pada 2025 adalah 34. Turun 3 poin dari tahun lalu. Skor ini menempatkan KPK di peringkat 109, setara Aljazair, Nepal, Malawi, Sierra Leone, Laos, serta Bosnia & Herzegovina.





