Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan gedung baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang direncanakan berlokasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, akan dibangun dari nol.
Prasetyo pun mengonfirmasi bahwa lahan yang akan digunakan adalah lahan eks Kedutaan Besar Inggris dengan luas sekitar 4.000 meter persegi.
"Tanahnya itu (eks Kedutaan Besar Inggris). Iya, pembangunannya dari nol," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2).
Terkait besaran anggaran yang akan dialokasikan, Prasetyo mengaku saat ini pemerintah belum menetapkan angka pasti. Hal ini dikarenakan proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dan proses desain.
"Anggarannya? Belum, belum. Kalau angkanya belum. Kan baru proses desain," ujarnya.
Mengenai mekanisme pendanaan, Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah masih memiliki beberapa opsi pos anggaran. Ia menyebut pendanaan bisa melalui Kementerian Agama ataupun melalui skema lain.
"Kalau itu kan masalah cara menyalurkan saja. Bisa lewat Kemenag, bisa juga tidak lewat Kemenag," pungkasnya.





