JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, Indonesia akan mulai mengekspor bahan makanan seperti beras ke Arab Saudi untuk musim haji 2026.
Irfan menyebut, bahan makanan tersebut diekspor untuk memenuhi pasokan makanan bagi jemaah haji asal Indonesia.
"Ekspor beras dari Indonesia. Kita upayakan semua makanan yang dimakan zaman haji bisa kita ekspor dari Indonesia. Tahun ini dan tahun kemarin bumbu sudah. Kemarin 400 ton, hari ini 600 ton bumbu," ujar Irfan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Kemenhaj Ambil Alih 3.631 ASN Kemenag-Kemenkes, Ingin Tambah 5.000 Pegawai Lagi
Selain beras, pemerintah mengupayakan bisa mengekspor ikan patin supaya Indonesia tidak lagi mengambil makanan dari negara lain untuk jemaah haji 2026.
"Kita upayakan beras juga dari Indonesia. Dan ya nanti kita upayakan ikan, ikan patin segala macam. Tidak mengambil dari negara lain tapi tetap mengambil dari Indonesia," kata Irfan.
"Supaya masyarakat kita juga bisa merasakan manfaat dari haji," ujar dia.
Irfan menjelaskan, terkait anggaran, uang untuk menyalurkannya berasal dari vendor penyedia di Arab Saudi.
Baca juga: Kemenhaj Minta Tambahan Anggaran Rp 3,1 Triliun untuk Operasional Kelembagaan 2026
Dengan begitu, ketika beras dikirim dari Indonesia, maka Arab Saudi yang akan membeli untuk makanan jemaah haji RI.
"Nanti kalau kita bisa ekspor ikan, ikan kita kirim ke sana mereka yang beli. Karena ada yang vendor makanan di sana sendiri," ucap Irfan.
Sementara itu, kebutuhan makanan yang disuplai dari Indonesia adalah sebanyak 2.000 ton.
Makanan tersebut akan dibagikan ke 203.000 jemaah haji asal RI selama 40 hari beribadah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang