Jakarta (ANTARA) - Pemanfaatan platform digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dinilai dapat mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan sistem kerja dan presensi di lingkungan organisasi.
Sebuah aplikasi berbasis AI dengan nama "Disiplinku" diperkenalkan sebagai solusi digital untuk integrasi presensi, administrasi, dan analisis data kerja.
PT Technosoft Indo Prima selaku pengembang aplikasi menyampaikan pemanfaatan teknologi berbasis data menjadi kebutuhan organisasi di tengah percepatan transformasi digital.
“Data yang akurat dan sistem yang terintegrasi menjadi fondasi dalam membangun tata kelola kerja yang profesional dan efisien,” kata CEO Technosoft Indo Prima, Deden Rahmawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Aplikasi presensi ini tawarkan akses 30 hari untuk "WFH"
Deden menjelaskan, aplikasi "Disiplinku" mengintegrasikan presensi berbasis pengenalan wajah dan lokasi dengan pengelolaan dokumen resmi, pengajuan cuti, izin, lembur, serta pencatatan aktivitas kerja secara digital.
Selain fungsi administrasi, sistem ini memanfaatkan analitik berbasis AI untuk memantau tingkat kehadiran dan menganalisis pola kedisiplinan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.
Sementara itu, pakar kecerdasan buatan Muhammad Zarlis menilai integrasi AI dalam sistem kerja dapat meningkatkan transparansi dan konsistensi proses di berbagai level organisasi.
“Penerapan AI tidak hanya mendukung efisiensi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dari level operasional hingga manajerial,” ujar Muhammad Zarlis.
Baca juga: Kayong Utara proyek percontohan penerapan e-Kinerja kerja sama ANTARA
Baca juga: Pemprov Kalsel sosialisasikan SOP aplikasi SRIKANDI
Sebuah aplikasi berbasis AI dengan nama "Disiplinku" diperkenalkan sebagai solusi digital untuk integrasi presensi, administrasi, dan analisis data kerja.
PT Technosoft Indo Prima selaku pengembang aplikasi menyampaikan pemanfaatan teknologi berbasis data menjadi kebutuhan organisasi di tengah percepatan transformasi digital.
“Data yang akurat dan sistem yang terintegrasi menjadi fondasi dalam membangun tata kelola kerja yang profesional dan efisien,” kata CEO Technosoft Indo Prima, Deden Rahmawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Aplikasi presensi ini tawarkan akses 30 hari untuk "WFH"
Deden menjelaskan, aplikasi "Disiplinku" mengintegrasikan presensi berbasis pengenalan wajah dan lokasi dengan pengelolaan dokumen resmi, pengajuan cuti, izin, lembur, serta pencatatan aktivitas kerja secara digital.
Selain fungsi administrasi, sistem ini memanfaatkan analitik berbasis AI untuk memantau tingkat kehadiran dan menganalisis pola kedisiplinan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.
Sementara itu, pakar kecerdasan buatan Muhammad Zarlis menilai integrasi AI dalam sistem kerja dapat meningkatkan transparansi dan konsistensi proses di berbagai level organisasi.
“Penerapan AI tidak hanya mendukung efisiensi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dari level operasional hingga manajerial,” ujar Muhammad Zarlis.
Baca juga: Kayong Utara proyek percontohan penerapan e-Kinerja kerja sama ANTARA
Baca juga: Pemprov Kalsel sosialisasikan SOP aplikasi SRIKANDI





