Aparat kepolisian dan TNI Angkatan Darat berhasil merampungkan pembangunan sejumlah jembatan darurat sebagai upaya memulihkan akses dan mobilitas warga pascabencana banjir di Provinsi Aceh.
Di Kabupaten Gayo Lues, Polres Gayo Lues telah menyelesaikan pembangunan jembatan gantung di Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung. Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan akses penghubung antarwilayah yang rusak akibat banjir bandang.
Pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan selama empat hari berturut-turut dan dipimpin langsung oleh Kasatintelkam Polres Gayo Lues AKP Jun Andri Saputra. Pada hari keempat, pekerjaan difokuskan pada pemasangan kawat pagar gronjong dan papan lantai jembatan agar jembatan dapat segera digunakan oleh masyarakat.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel kepolisian, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Dengan selesainya jembatan gantung tersebut, akses warga Desa Ramung Musara diharapkan kembali normal sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan lancar.
Baca juga: BNPB Tinjau Pemulihan Ekonomi dan Pendidikan di Gayo Lues
Sementara itu di Kabupaten Aceh Utara, TNI Angkatan Darat juga berhasil merampungkan pembangunan jembatan Bailey jenis Garuda sebagai solusi cepat untuk memulihkan mobilitas warga di Kecamatan Tanah Jambo Aye. Jembatan ini dibangun untuk mengatasi terputusnya akses transportasi akibat banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025.
Pembangunan jembatan Bailey tersebut dikerjakan oleh prajurit Yonzipur 5 dan Yonzipur 6 bersama personel Koramil 14/Tanah Jambo Aye, Kodim 0103/Aceh Utara. Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, menyampaikan bahwa satu unit jembatan Bailey telah selesai dibangun dan siap digunakan masyarakat.
Sebagai bentuk rasa syukur atas kembali terhubungnya akses transportasi, TNI bersama warga melaksanakan prosesi peusijuek serta penyerahan jembatan kepada masyarakat Desa Matang Serdang. Jembatan bailey jenis Garuda ini menghubungkan tiga kecamatan, yakni Tanah Jambo Aye, Baktiya, dan Langkahan.
Diharapkan, keberadaan jembatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mobilitas dan perekonomian warga Aceh Utara.



