KPK Sebut Kenaikan Gaji Hakim Bisa Tekan Perilaku korupsi, Tapi...

okezone.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ibnu Basuki Widodo memandang bahwa kenaikan gaji untuk hakim merupakan salah satu upaya yang tepat untuk dapat menekan terjadinya tindak pidana korupsi.

Kendati demikian, dia menilai terjadi atau tidaknya perbuatan rasuah itu akan kembali pada individu dariapada hakim itu sendiri.

“Adanya penambahan penghasilan diharapkan lebih mengurangi risiko korupsi, tetapi kembali lagi kepada orangnya,” kata Ibnu, Senin (9/2/2026).

Baca Juga :
Polemik Hakim MK Adies Kadir, Pakar: MKMK Bukan Lembaga Pembatal Keppres

Ibnu mengatakan bila hakim melakukan tindak korupsi korupsi, maka sanksi dari Mahkamah Agung (MA) akan menanti.

“Kalau orangnya masih demikian, tetap ditindak, tegas dari Mahkamah Agung. Zero (tanpa, red.) toleransi menurut Ketua Mahkamah Agung, demikian,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada 5 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. KPK menjelaskan OTT tersebut terkait dugaan korupsi dalam pengurusan perkara sengketa lahan.

Baca Juga :
Detik-Detik KPK OTT Hakim PN Depok, Pengintaian hingga Kejar-kejaran

Pada 6 Februari 2026, KPK mengungkapkan menangkap tujuh orang dalam OTT tersebut yang terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, seorang dari PN Depok, kemudian seorang direktur dan tiga orang pegawai PT Karabha Digdaya yang merupakan anak usaha Kementerian Keuangan.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Sebut Banyak Risiko Korupsi di Lingkungan Peradilan
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dipimpin Dasco, DPR Gelar Rapat Bareng Menteri Bahas Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Bansos PKH dan BPNT Mulai Cair Februari 2026, Simak Nominal dan Cara Cek Penerima
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
BPJS Kesehatan: 120.472 Peserta Berpenyakit Katastropik Dinonaktifkan dari PBI
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Kemensos Dukung Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Nias Utara
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.