ChatGPT Mulai Beriklan, CEO OpenAI Murka Disindir Pesaing di Super Bowl

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

OpenAI mengumumkan mulai menguji penerapan iklan untuk pengguna paket gratis dan Go di Amerika Serikat (AS), pada Senin (9/1). Paket Go merupakan langganan berbiaya rendah senilai US$ 8 atau setara Rp 134.392 per bulan. Pengguna ChatGPT paket berbayar lain seperti Plus, Pro, Bisnis, Enterprise, dan Edukasi dipastikan bebas iklan.

Namun, keputusan OpenAI mulai menayangkan iklan di ChatGPT langsung memicu panasnya persaingan di industri kecerdasan buatan atau AI. Menurut laporan Techcrunch, Selasa (10/2), CEO OpenAI Sam Altman meluapkan kemarahannya setelah perusahaan pesaingnya yaitu Anthropic, menyindir kebijakan tersebut lewat iklan Super Bowl yang tayang di Amerika Serikat (AS).

Tak lama setelah pengumuman itu, Anthropic menayangkan iklan televisi yang menyindir perusahaan AI yang menyisipkan iklan ke dalam pengalaman chatbot. Dalam tayangan tersebut, seorang aktor yang memerankan chatbot AI tampak memberikan saran sambil disela iklan yang tidak relevan, menggambarkan betapa buruknya pengalaman pengguna jika AI dipenuhi promosi.

Sindiran itu membuat Altman bereaksi keras. Ia menyebut iklan Anthropic tidak jujur dan bahkan melabeli pesaingnya sebagai perusahaan otoriter. Hal ini memperlihatkan retaknya hubungan di antara dua pemain besar AI generatif.

OpenAI Bantah Iklan Ganggu Jawaban AI

Di tengah kontroversi tersebut, OpenAI menyatakan iklan tidak akan memengaruhi jawaban yang diberikan ChatGPT. Perusahaan menyatakan percakapan pengguna tetap bersifat privat dan tidak dibagikan kepada pengiklan.

“Iklan tidak memengaruhi jawaban ChatGPT kepada Anda dan kami menjaga percakapan Anda tetap pribadi dari pengiklan,” kata OpenAI dalam pernyataan resminya.

Perusahaan menekankan tujuan penerapan iklan adalah mendukung akses yang lebih luas ke fitur-fitur ChatGPT yang semakin canggih. Hal ini diterapkan tanpa mengorbankan kepercayaan pengguna.

Meski begitu, masuknya iklan ke chatbot AI tetap menuai penolakan dari sebagian konsumen. OpenAI sebelumnya sempat menghadapi reaksi negatif saat menguji rekomendasi aplikasi yang dinilai menyerupai iklan terselubung.

OpenAI menjelaskan iklan akan ditampilkan secara terpisah dan selalu diberi label sebagai iklan bersponsor. Dalam tahap pengujian, iklan dicocokkan berdasarkan topik percakapan, riwayat obrolan, dan interaksi iklan sebelumnya bukan data pribadi pengguna.

Sebagai contoh, pengguna yang mencari resep dapat melihat iklan layanan pengiriman bahan makanan atau paket makanan siap masak. Pengiklan, kata OpenAI, hanya menerima data agregat seperti jumlah tampilan dan klik, tanpa akses ke percakapan pengguna.

Pengguna juga diberikan kendali untuk menutup iklan, memberikan umpan balik, melihat alasan kemunculan iklan, hingga mengelola pengaturan personalisasi iklan. Iklan tidak akan ditampilkan kepada pengguna di bawah usia 18 tahun serta tidak akan muncul di dekat topik sensitif, seperti kesehatan, politik, dan kesehatan mental.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Proyek Pengganti LPG RI Bisa Tarik Investasi Hingga Rp35,2 Triliun
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rusia Nilai AS Tak Siap Jalankan Proposalnya Sendiri soal Konflik Ukraina
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Status BPJS PBI Aman Sementara, Bagaimana Nasib 106 Ribu Pasien Pasca Ground Check Kemensos?
• 6 jam lalusuara.com
thumb
BMKG Prediksi Kembali Terjadi Hujan Ekstrem di Jakarta Pada Pekan ini, Waspada Banjir!
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ingat ya, Hotel Sultan Masih Bisa Beroperasi, Bukan Ditutup
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.