Media Israel Sebut RI Akan Jadi Negara Pertama Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Indonesia dilaporkan akan menjadi negara pertama yang bersiap berkontribusi pada Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang dirancang menangani aspek pemeliharaan perdamaian di Gaza selama Fase II gencatan senjata pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Informasi tersebut disampaikan stasiun penyiaran publik Israel, KAN News, dilansir Jerussalem Post pada Senin malam.

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia kerap disebut bersama UEA, Mesir, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki, dan negara lain sebagai kandidat kontributor ISF. Namun hingga kini, belum ada negara yang benar-benar melangkah dari komitmen umum menuju kesiapan konkret pengiriman pasukan.

Baca Juga :
Istana Sebut Board of Peace Bagian dari Komitmen Perjuangan RI untuk Kemerdekaan Rakyat Palestina
Komisi I DPR Nilai Pengiriman Pasukan ke Gaza Tak Perlu Sampai 2.000 Prajurit

Laporan itu menyebut pasukan Indonesia berpotensi ditempatkan di Gaza dalam beberapa minggu, tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi Washington untuk KTT Perdamaian untuk Kemakmuran yang digagas Donald Trump pada 19 Februari 2026.

Peran ISF, termasuk kontingen Indonesia, diperkirakan tidak akan berfokus pada konfrontasi langsung dengan Hamas atau upaya perlucutan senjata secara aktif. Sebaliknya, pasukan tersebut diharapkan mengawasi garis gencatan senjata dan menangani isu perbatasan lainnya.

Militer Indonesia disebut kemungkinan akan dimobilisasi di wilayah selatan Gaza, terutama di sekitar Khan Yunis dan Rafah, dengan tugas mengawasi beberapa garis pertahanan di area tersebut.

Meski demikian, sejumlah persoalan teknis masih harus diselesaikan dalam beberapa minggu ke depan, termasuk aturan keterlibatan jika terjadi kontak antara Hamas dan unit ISF. Jumlah personel yang akan dikerahkan juga masih menjadi tanda tanya, meski perkiraan awal menyebut setidaknya ribuan personel.

Selain itu, belum jelas negara mana yang akan mengikuti langkah Indonesia dan kapan pengerahan gabungan dapat dimulai. Ketidakpastian lain muncul jika Hamas belum menunjukkan langkah serius menuju perlucutan senjata hingga awal Mei — sekitar tenggat 100 hari pemerintahan Trump — yang berpotensi menentukan apakah misi ISF berlanjut atau Israel kembali melancarkan operasi darat besar-besaran di Gaza.

Baca Juga :
Jeffrey Epstein Mata-Mata Israel?
Trump Menentang Manuver Israel Perluas Kendali di Tepi Barat Palestina
Israel Ultimatum AS: Jika Kalian Tak Serang Iran, Kami Sendiri yang Akan Serang!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Peringatan Dini Cuaca di NTT, BMKG Imbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Rincian Buyback Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Hari Ini Selasa (10/2)
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Jalan Berlubang di Jakarta Ditambal Sementara, Rano Karno Beberkan Alasannya
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Ramai-ramai Pejabat Mundur Buntut Dokumen Epstein
• 19 menit laludetik.com
thumb
Tanah Bergerak di Tegal Disebut Bakal Berulang, Pakar Geologi UGM: Tak Layak Huni, Cari Lokasi Baru!
• 10 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.