Kolom: 15 Menit yang Kontradiktif Dramatis bagi Persija dan Arema

bola.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bola.com, Jakarta - Malam itu, Gelora Bung Karno menjelma katedral sepak bola. Lampu-lampunya menyapu wajah-wajah yang percaya, genderang memukul udara, dan nyanyian membentuk keyakinan kolektif: inilah kandang Persija Jakarta, tempat dominasi seharusnya menemukan takdirnya. Bola pun berputar setia pada kaki tuan rumah—rapi, sabar, penuh rencana.

Di lapangan, Persija tampak seperti orkestra yang telah menghafal partitur. Witan Sulaeman membuka sayap, memanggil ruang. Gustavo Almeida menunggu di garis tipis antara peluang dan off-side.

Advertisement
BACA JUGA: Kolom: Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta Futsal Elite Asia

Di belakang mereka, Rizky Ridho memimpin garis dengan suara pendek dan tegas—mengatur jarak, mengunci tempo, memastikan keberanian tetap beralas disiplin.

Di seberang, Arema FC menulis kisah dengan tinta yang berbeda. Mereka memilih diam yang berisi. Hansamu Yama mengikat barisan belakang seperti simpul yang tak mudah dibuka; Betinho memutus alur tanpa perlu sorotan; dan Adi Satryo berdiri sebagai penjaga waktu—tenang, menunggu detik yang tepat.

Dari pinggir garis, Maurício Souza kerap melangkah maju, meminta tempo dipercepat; sementara Marcos Santos menahan gestur, menguatkan rencana dengan isyarat agar blok tetap rapat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Sebut Butuh 3 Tahun Pulihkan Total Daerah Terdampak Banjir Sumatera
• 16 jam laludetik.com
thumb
Lebih dari 24 Jam Bahar bin Smith Diperiksa, Kuasa Hukum: Kami Masih Menunggu!
• 10 jam laludisway.id
thumb
Kreator Konten di Jaksel Ditangkap karena Tanam Ganja, Istri Ikut Terjerat
• 1 jam laludetik.com
thumb
Sikap Asli Megawati Hangestri Terlihat saat Memperlakukan Petugas Kebersihan di Lapangan
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Tangis Walkot Eri Cahyadi Pecah saat Melayat ke Rumah Duka Ketua DPRD Surabaya
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.