jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan fasilitas publik hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan berulang mengenai kehilangan komponen lampu hias di kawasan ikonik Semanggi, Jakarta Pusat.
BACA JUGA: Musim Mas Lengkapi Fasilitas Publik IPB University, Lebih Nyaman dan Adaptif
“Teman-teman pasti tidak pernah membayangkan yang namanya Semanggi, itu sekarang kita kasih lampu terangnya beragam. Tahu nggak, itu sudah tiga kali diganti. Ke mana lampu itu? Dicuri,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa.
Bahkan, pencurian terjadi meski di sekitar lokasi terdapat pos polisi dan kamera pengawas (CCTV). Namun pelaku tetap nekat mengambil komponen lampu tersebut.
BACA JUGA: 24 Pengelola Objek Vital dan 13 Fasilitas Publik Kantongi Sertifikasi dari BNPT
Dia juga mencontohkan kasus pencurian kabel bawah tanah di wilayah Jakarta Utara yang terjadi pada siang hari. Pelaku terlihat seperti petugas resmi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga.
Oleh karena itu, Pemprov DKI memutuskan memperkuat koordinasi pengawasan lintas level wilayah dan satuan kerja. Ia menilai selama ini masih terjadi saling lempar tanggung jawab antarunit.
BACA JUGA: Puluhan Pelaku Bakar Fasilitas Publik Berkali-kali, Bukan Orang Sembarangan
“Salah satu kelemahan yang ada, kadang-kadang saling melempar, ini tugas camat, wali kota, lurah atau sudin. Maka, tadi kami putuskan koordinasi di tingkat kelurahan, kecamatan dengan suku dinas terkait, termasuk Satpol PP,” ujar Pramono.
Selain pencurian, Pramono juga menyoroti persoalan infrastruktur jalan seperti lubang yang membahayakan pengguna jalan saat musim hujan.
Ia mengaku marah setelah ada kasus pelajar meninggal akibat kecelakaan di jalan berlubang dan licin.
Menurutnya, pengawasan dan respons cepat di lapangan harus diperbaiki agar kerusakan fasilitas publik, termasuk lampu jalan dan penerangan trotoar, bisa segera ditangani sebelum memicu korban.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




