JAKARTA, DISWAY.ID-- Air Sungai Cisadane tercemar pestisida imbas kebakaran gudang bahan kimia di Tangerang. Warga yang sempat mengkonumsi ikan dari sungai tersebut mengalami pusing.
Ahlan (67) warga Babakan Kota Tangerang, mengaku sempat mencicipi hasil tangkapan ikan Sungai Cisadane yang sudah 'mabuk'. Bahkan, ikan tersebut sampai diolah menjadi masakan sehari-hari oleh masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Kronologi Mencekam Smart Air PK-SNR Ditembaki di Boven Digoel, Berikut Spesifikasi Pesawatnya
BACA JUGA:ASN DKI Boleh WFA Saat Lebaran, Pramono: Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu
"Ikan sudah pada matang sebetulnya. Sampai dimasak lagi, masih getir. Dimasak lagi, dicuci lagi, itu ikan masih bau aja begitu," ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu, 11 Februari 2026.
Pria itu bilang, meski ikan tersebut telah digoreng, namun rasanya tidak seperti ikan segar pada umumnya. Sebab, aromanya mirip bahan bakar solar.
"Di goreng di cobain, baunya bau solar. Kayak dimakannya juga sengar. kaya tengik gitu," ungkapnya.
Selepas mencicipi ikan 'mabuk' itu, Ahlan merasakan hal aneh pada tubuhnya. Kepala pusing hingga perut mual-mual. Begitu pun warga yang lain.
BACA JUGA: MUKJIZAT! Bayi Selamat dalam Penembakan Pesawat Smart Air di Papua, Pilot dan Kopilot Tewas
BACA JUGA:Ini Dia Identitas 2 Pilot Pesawat Smart Air yang Tewas Ditembak di Papua, Satgas Damai Cartenz: Ditembak Saat Mendarat!
"Kucing aja nggak mau. Biasanya lahap gitu ya, makan ikan goreng tuh. Ini nggak mau. Rasanya abis makan tuh 'ngeliyeng' aja gitu lah, kayak ngeliyeng (pusing), iya bener nih. Ada yang salah," jelasnya.
Diketahui, kebakaran terjadi pada gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan, Senin, 9 Februari 2026.
Peristiwa tersebut menyebabkan pencemaran aliran air Sungai Jaletreng di wilayah Rawabuntu, Serpong, hingga berdampak ke Sungai Cisadane.
Danton Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tangerang Selatan, Sahroni mengatakan, pencemaran terjadi akibat air pemadaman bercampur dengan zat kimia dari material pestisida yang terbakar.
"Itukan bahan kimia yang terbakar. Jadi air dari pemadaman itu, zat kimia yang terbakar, ngalir ke got, ke gorong-gorong, jadi kebawa arus, kebawa ngalir ke sana," ujar Sahroni kepada awak media.
- 1
- 2
- »





