Jakarta, VIVA – Penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana, pembukaan pasar murah menjelang bulan suci Ramadhan, hingga penyelesaian Rapat Musyawarah Nasional (Rapimnas), dilakukan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Rangkaian kegiatan tersebut digelar di halaman kantor HKTI Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Melalui program HKTI Peduli, organisasi petani itu menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1 miliar kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
- tvOne/Cepi Kurnia
Bantuan yang berasal dari sumbangan para pengurus serta dukungan mitra HKTI itu diberangkatkan dari kantor HKTI Ragunan, Jakarta Selatan. Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono menjelaskan bantuan dikirim menggunakan 10 truk, dengan masing-masing daerah menerima lima truk bantuan.
Setiap kabupaten memperoleh bantuan senilai sekitar Rp500 juta. "Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah," ucapnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Selain bantuan kedaruratan berupa pangan dan selimut pada tahap awal, HKTI juga akan terlibat dalam proses rehabilitasi pascabencana. Salah satu fokus utama adalah penanaman tanaman keras seperti kopi, durian, dan kelengkeng yang dikombinasikan dengan tanaman hortikultura milik petani.
Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah terulangnya bencana banjir dan longsor, khususnya di wilayah dengan kondisi tanah miring yang minim penutupan vegetasi. Sudaryono pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penggalangan bantuan tersebut.
Ia menegaskan, kepedulian ini merupakan bentuk kontribusi HKTI sebagai bagian dari komunitas yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengurangi penderitaan masyarakat.
Selain kegiatan kemanusiaan, HKTI juga membuka pasar murah sebagai bagian dari upaya menjadi mitra pemerintah dalam menyediakan pangan terjangkau bagi masyarakat menjelang Ramadan.
"Kegiatan ini dilakukan menjelang bulan puasa Ramadan, sejalan dengan upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, " ujar Sudaryono.
Sudaryono menambahkan, HKTI kini telah bersatu dan tidak lagi berada dalam kondisi dualisme organisasi. HKTI kembali pada peran awalnya sebagai mitra pemerintah sejak didirikan pada era 1970-an. Sejumlah pengurus HKTI juga merupakan bagian dari pemerintahan, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.





