Lawan Krisis, China "Turun Gunung" Bantu Teman Rusia yang Ditekan AS

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Bangunan-bangunan diterangi setelah listrik pulih menyusul pemadaman sebagian jaringan listrik yang menyebabkan sebagian besar wilayah barat Kuba gelap gulita, di Havana, Kuba, 3 Desember 2025. (REUTERS/Norlys Perez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri pada Selasa (10/2/2026) menegaskan dukungannya terhadap Kuba di tengah krisis energi yang dipicu oleh blokade Amerika Serikat terhadap pengiriman minyak dari Venezuela.

Beijing menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan mengenai warga negaranya yang telantar di Kuba akibat pembatalan penerbangan menyusul kelangkaan bahan bakar jet di negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyampaikan posisi resmi pemerintahannya dalam sebuah konferensi pers rutin menanggapi situasi darurat yang melanda Havana.


Baca: Trump "Serang" Kuba Habis-habisan, Maskapai Penerbangan Jadi Korban

"China dengan teguh mendukung Kuba dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya, serta menentang campur tangan asing. Kami akan selalu memberikan dukungan dan bantuan kepada pihak Kuba sesuai dengan kemampuan terbaik kami," tegas Lin dikutip Reuters.

Situasi di Kuba saat ini memang berada di titik nadir setelah Washington memperketat tekanan ekonomi melalui perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang mengancam tarif bagi negara pemasok minyak ke Havana.

Langkah ini menyusul penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, yang mengakibatkan terhentinya pasokan energi utama ke pulau tersebut dan mengancam kegelapan total akibat lumpuhnya pembangkit listrik.

Pemerintah Kuba sendiri menuduh Washington sengaja berupaya mencekik perekonomian mereka melalui kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik yang kini terjadi jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah tekanan tersebut, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan bahwa negaranya tetap membuka pintu dialog dengan Amerika Serikat.

Baca: Putin Murka Sahabat Rusia Diserang AS, Siap Berikan Bantuan

"Kuba bersedia untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat, tetapi tidak di bawah tekanan," tegas Miguel Diaz-Canel.

Sementara itu, selain China, Rusia juga telah menawarkan bantuan pada Havana. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut Washington telah menerapkan langkah-langkah yang "mencekik" terhadap Kuba.

"Situasinya benar-benar kritis di Kuba. Langkah-langkah mencekik yang diterapkan oleh Amerika Serikat menyebabkan banyak kesulitan bagi negara tersebut. Kami sedang mendiskusikan solusi yang memungkinkan dengan teman-teman Kuba kami, setidaknya untuk memberikan bantuan apa pun yang kami bisa," tegas Peskov.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Sebut XI Jinping Akan ke AS Tahun Ini

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramadan dan Lebaran, Prabowo Minta TNI–Polri Perkuat Keamanan
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
TNI Siapkan Pasukan Perdamaian ke Gaza, Personelnya Prajurit Pilihan dan Terbaik
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Waspada Modus Penipuan Segitiga Jual Beli Online
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Video: Menkeu Purbaya Cairkan Dana Darurat PBI JKN Rp 15 Miliar
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Canda Pramono Ogah Masuk Gorong-Gorong: Nanti Wartawan Malah Kaget | BERUT
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.