Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir bertemu dengan Menteri Belia dan Sukan Malaysia Muhammed Taufiq Johari, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama dan kolaborasi, baik dalam peningkatan prestasi olahraga maupun pembangunan karakter pemuda di masing-masing negara.
Erick menyampaikan pertemuan berlangsung hangat dan produktif karena adanya kedekatan personal dan pemahaman Menpora Malaysia terhadap Indonesia.
“Beliau ternyata adalah keluarga besar masyarakat Indonesia karena tujuh tahun kuliah di Indonesia dan istrinya juga orang Indonesia. Beliau juga mengerti bagaimana kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga. Sehingga diskusi kami mengalir lancar dan berbuah kesepakatan,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 10 Februari 2026.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah penyelenggaraan SEA Games 2027, di mana Malaysia akan bertindak sebagai tuan rumah dan menargetkan diri menjadi juara umum.
Kondisi tersebut membuat persaingan dipastikan semakin ketat, termasuk bagi Indonesia yang harus bersaing dengan Filipina, Thailand, dan Vietnam untuk posisi papan atas.
“Kami berdiskusi mengenai persiapan SEA Games 2027 di mana Malaysia sebagai tuan rumah menargetkan diri menjadi juara umum. Otomatis saingan kita untuk memperebutkan posisi kedua semakin berat. Kita harus akui SEA Games tahun depan sangat kompetitif. Tapi hal ini tidak membuat kita ciut, kita akan mulai mematangkan persiapan para atlet sejak tahun ini,” kata Erick.
Menpora menegaskan pentingnya menghadirkan atlet-atlet terbaik agar kualitas pertandingan tetap terjaga dan daya tarik ajang multi-event tersebut semakin meningkat.
“SEA Games bukan sekadar pertandingan, tapi ada nilai yang harus kita jaga. Kita harus dorong atlet terbaik yang tampil. Penonton semakin banyak, semakin viral. Kita tunjukkan kehebatan atlet Asia Tenggara ke dunia,” ucap Erick.
Selain membahas prestasi, Erick juga menyampaikan bahwa dirinya melakukan studi banding terkait program dana pensiun atlet yang telah dijalankan di Malaysia. Menurutnya, perhatian terhadap masa depan atlet menjadi bagian penting dari pembangunan olahraga berkelanjutan.
“Semangat kami sama, memajukan prestasi olahraga agar Asia Tenggara menjadi kekuatan di pentas dunia. Bukan cuma prestasi, tapi juga masa depan atlet. Karena itu saya benchmarking terhadap program dana pensiun atlet yang sudah berjalan di Malaysia,” tutur Erick.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus membangun ekosistem olahraga dan kepemudaan yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Editor: Redaktur TVRINews





