Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Tentara Nasional Indonesia atau TNI harus menjadi benteng kedaulatan yang adaptif dan solid.
Menhan Sjafrie menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan strategis kepada jajaran pimpinan TNI pada acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2026 di GOR A. Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa.
Menhan dalam keterangannya menyampaikan posisi vital TNI sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sjafrie menekankan bahwa mulai tahun 2026, pembangunan kekuatan TNI harus mengalami revitalisasi mendasar dan tidak boleh lagi melihat ke belakang.
Kebijakan pertahanan harus adaptif terhadap tantangan zaman, mulai dari kedaulatan ideologi, politik hingga ekonomi.
"Kita harus menekankan revitalisasi dan melaksanakan revolusi terhadap pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Mulai tahun 2026 ini, sampai ke depan, kita harus terus bergerak maju," ucap Sjafrie.
Ia juga menyoroti pentingnya peran TNI dalam menjaga kekayaan sumber daya alam nasional sebagai bagian dari strategi pertahanan semesta.
Menhan mengingatkan bahwa ancaman modern tidak hanya berupa perang fisik, tetapi juga upaya pihak asing yang menginginkan kekayaan alam Indonesia.
Oleh karena itu, kesiapan TNI dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah mutlak.
Menutup arahannya, Menhan Sjafrie mengapresiasi soliditas yang terbangun di tubuh TNI saat ini. Menurutnya, kekompakan dari unsur pimpinan hingga prajurit di lapangan adalah modal utama bangsa.
"Saya melihat bahwa TNI sekarang kompak, solid. Baik di antara satuan-satuan yang ada di lapangan sampai ke tingkat para kepala staf angkatan dan sampai kepada tingkat Panglima TNI. Tentunya ini sangat kita perlukan agar supaya tugas dan tanggung jawab negara bisa menjadi tantangan yang perlu dijawab oleh TNI," kata Menhan.
Rapim TNI turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, para kepala staf angkatan dan sekitar 500 perwira tinggi.
Baca juga: Seskab Teddy ungkap delapan inti taklimat Presiden saat Rapim TNI-Polri
Baca juga: Prabowo tekankan profesionalisme dan persatuan TNI-Polri
Baca juga: Rapim TNI-Polri, Prabowo soroti prioritas keamanan hadapi geopolitik
Menhan Sjafrie menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan strategis kepada jajaran pimpinan TNI pada acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2026 di GOR A. Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa.
Menhan dalam keterangannya menyampaikan posisi vital TNI sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sjafrie menekankan bahwa mulai tahun 2026, pembangunan kekuatan TNI harus mengalami revitalisasi mendasar dan tidak boleh lagi melihat ke belakang.
Kebijakan pertahanan harus adaptif terhadap tantangan zaman, mulai dari kedaulatan ideologi, politik hingga ekonomi.
"Kita harus menekankan revitalisasi dan melaksanakan revolusi terhadap pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Mulai tahun 2026 ini, sampai ke depan, kita harus terus bergerak maju," ucap Sjafrie.
Ia juga menyoroti pentingnya peran TNI dalam menjaga kekayaan sumber daya alam nasional sebagai bagian dari strategi pertahanan semesta.
Menhan mengingatkan bahwa ancaman modern tidak hanya berupa perang fisik, tetapi juga upaya pihak asing yang menginginkan kekayaan alam Indonesia.
Oleh karena itu, kesiapan TNI dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah mutlak.
Menutup arahannya, Menhan Sjafrie mengapresiasi soliditas yang terbangun di tubuh TNI saat ini. Menurutnya, kekompakan dari unsur pimpinan hingga prajurit di lapangan adalah modal utama bangsa.
"Saya melihat bahwa TNI sekarang kompak, solid. Baik di antara satuan-satuan yang ada di lapangan sampai ke tingkat para kepala staf angkatan dan sampai kepada tingkat Panglima TNI. Tentunya ini sangat kita perlukan agar supaya tugas dan tanggung jawab negara bisa menjadi tantangan yang perlu dijawab oleh TNI," kata Menhan.
Rapim TNI turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, para kepala staf angkatan dan sekitar 500 perwira tinggi.
Baca juga: Seskab Teddy ungkap delapan inti taklimat Presiden saat Rapim TNI-Polri
Baca juga: Prabowo tekankan profesionalisme dan persatuan TNI-Polri
Baca juga: Rapim TNI-Polri, Prabowo soroti prioritas keamanan hadapi geopolitik





