Moskow (ANTARA) - Moskow menilai situasi terkait Iran harus diselesaikan secara damai karena penggunaan kekuatan hanya akan menyebabkan bertambahnya masalah, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Senin (9/2).
"Kami memantau secara saksama perkembangan terkait Iran. Kami menyambut baik upaya mediasi yang ditawarkan Kesultanan Oman dan tentu saja, kami berangkat dari pemahaman bahwa harus ada penyelesaian damai dalam hal ini," ujar Lavrov pada acara Konferensi Timur Tengah yang digelar di sela-sela Valdai International Discussion Club di Moskow.
Pemerintahan Donald Trump telah mengerahkan gugus tempur kapal induk dan sejumlah kapal perang ke Timur Tengah. Sementara, Trump terus melayangkan peringatan kepada Iran sebagai upaya untuk memaksa negara tersebut mencapai kesepakatan nuklir.
Moskow, kata Lavrov, merasa prihatin dan khawatir terhadap masa depan Iran dan Rusia tertarik pada normalisasi penuh hubungan antara Iran dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC).
Menurutnya, pemulihan hubungan diplomatik antara Iran dan Arab Saudi telah menciptakan prasyarat yang diperlukan untuk hal tersebut.
"Kami memantau secara saksama perkembangan terkait Iran. Kami menyambut baik upaya mediasi yang ditawarkan Kesultanan Oman dan tentu saja, kami berangkat dari pemahaman bahwa harus ada penyelesaian damai dalam hal ini," ujar Lavrov pada acara Konferensi Timur Tengah yang digelar di sela-sela Valdai International Discussion Club di Moskow.
Pemerintahan Donald Trump telah mengerahkan gugus tempur kapal induk dan sejumlah kapal perang ke Timur Tengah. Sementara, Trump terus melayangkan peringatan kepada Iran sebagai upaya untuk memaksa negara tersebut mencapai kesepakatan nuklir.
Moskow, kata Lavrov, merasa prihatin dan khawatir terhadap masa depan Iran dan Rusia tertarik pada normalisasi penuh hubungan antara Iran dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC).
Menurutnya, pemulihan hubungan diplomatik antara Iran dan Arab Saudi telah menciptakan prasyarat yang diperlukan untuk hal tersebut.





