Penyakit Kawasaki: Gejala, Penyebab, dan Penanganan Medis

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penyakit Kawasaki sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi orang tua karena gejalanya yang menyerupai infeksi biasa namun memiliki dampak fatal pada jantung anak. Di Indonesia, data tahun 2026 dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan tantangan besar: diperkirakan ada 3.000 hingga 4.000 kasus baru setiap tahun, namun hanya sekitar 5-10% yang berhasil terdiagnosis tepat waktu.

Keterlambatan diagnosis bukan sekadar masalah medis, melainkan taruhan nyawa. Tanpa penanganan dalam 10 hari pertama, satu dari empat anak berisiko mengalami kerusakan pembuluh darah jantung permanen. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu penyakit Kawasaki, bagaimana mengenali gejalanya sejak dini, hingga protokol pengobatan terbaru di tahun 2026.

Apa Itu Penyakit Kawasaki?

Penyakit Kawasaki adalah kondisi peradangan pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh, yang dalam istilah medis disebut sebagai vaskulitis sistemik. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh dr. Tomisaku Kawasaki di Jepang pada tahun 1967. Meski dapat menyerang pembuluh darah apa pun, target utamanya yang paling berbahaya adalah arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke otot jantung.

Baca juga : Ribuan Kasus Penyakit Kawasaki di Indonesia tak Terdeteksi, Risiko Kerusakan Jantung Mengintai Anak

Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun (balita), dengan prevalensi lebih tinggi pada anak laki-laki dan keturunan Asia. Meskipun tidak menular, penyakit ini merupakan penyebab utama penyakit jantung didapat (acquired heart disease) pada anak-anak di seluruh dunia.

Peringatan Penting: Golden Period 10 Hari

Keberhasilan pengobatan penyakit Kawasaki sangat bergantung pada kecepatan pemberian terapi. Jika anak mendapatkan pengobatan sebelum hari ke-10 sejak demam pertama muncul, risiko kerusakan permanen pada jantung dapat diminimalisir secara signifikan.

Apa Saja Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak?

Mengenali gejala Kawasaki memerlukan ketelitian karena tanda-tandanya tidak muncul sekaligus, melainkan bertahap. Para ahli kardiologi anak menekankan kriteria diagnosis klinis berikut:

Baca juga : Kawasaki pada Anak: Ancaman Tersembunyi yang Bisa Merusak Jantung

1. Demam Tinggi yang Persisten

Gejala utama dan wajib adalah demam tinggi (biasanya di atas 38,5 hingga 39 derajat Celsius) yang berlangsung selama 5 hari atau lebih. Demam ini biasanya tidak merespons obat penurun panas biasa.

2. Perubahan pada Mata dan Mulut

Anak akan mengalami mata merah (konjungtivitis) pada kedua mata tanpa disertai keluarnya kotoran atau belek. Selain itu, bibir tampak merah pecah-pecah, serta lidah berwarna merah terang dengan bintil-bintil yang menonjol, yang dikenal dengan istilah strawberry tongue.

3. Ruam Kulit dan Perubahan Anggota Gerak

Muncul ruam kemerahan di area batang tubuh atau area popok. Telapak tangan dan kaki sering kali membengkak dan berwarna kemerahan. Pada fase penyembuhan (biasanya minggu kedua atau ketiga), kulit di ujung jari tangan dan kaki akan mengelupas secara khas.

4. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Biasanya muncul benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher dengan ukuran diameter lebih dari 1,5 cm.

Penyebab dan Faktor Risiko: Mengapa Ini Terjadi?

Hingga tahun 2026, penyebab pasti penyakit Kawasaki masih menjadi misteri medis. Namun, konsensus ilmiah terbaru mengarah pada kombinasi dua faktor utama:

  • Faktor Genetik: Penelitian genomik terbaru menunjukkan adanya variasi gen tertentu yang membuat anak-anak keturunan Asia Timur dan Asia Tenggara lebih rentan terhadap reaksi peradangan ini.
  • Pemicu Lingkungan: Penyakit ini diduga dipicu oleh respons imun yang berlebihan terhadap infeksi virus atau bakteri tertentu. Meskipun pemicunya mungkin infeksi, penyakit Kawasaki itu sendiri bukanlah penyakit menular.
Protokol Penanganan Medis Terbaru 2026

Tujuan utama pengobatan adalah menekan peradangan secepat mungkin untuk mencegah terjadinya aneurisma (pelebaran) arteri koroner. Penanganan harus dilakukan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter spesialis anak konsultan kardiologi.

Jenis Terapi Fungsi & Manfaat IVIG (Imunoglobulin) Menekan peradangan pembuluh darah secara sistemik dan mencegah aneurisma. Aspirin Dosis Tinggi Mengurangi nyeri, demam, dan mencegah pembekuan darah di arteri. Kortikosteroid Diberikan pada kasus yang tidak merespons IVIG (resisten). Perbedaan Penyakit Kawasaki dengan MIS-C

Sejak pandemi global beberapa tahun lalu, muncul kondisi yang disebut Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C). Kondisi ini sangat mirip dengan Kawasaki, namun memiliki perbedaan kunci:

  1. Riwayat Infeksi: MIS-C terjadi beberapa minggu setelah anak terpapar virus SARS-CoV-2.
  2. Usia: MIS-C cenderung menyerang anak yang lebih tua (usia sekolah), sementara Kawasaki dominan pada balita.
  3. Dampak Organ: MIS-C lebih sering melibatkan gangguan fungsi jantung (syok) dan gejala saluran pencernaan yang berat.
Kesimpulan

Penyakit Kawasaki adalah kondisi serius yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Kunci keselamatan anak terletak pada kecepatan diagnosis dan ketepatan terapi IVIG sebelum hari kesepuluh. Dengan penanganan yang benar, mayoritas anak dapat sembuh total dan menjalani hidup normal tanpa gangguan jantung di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Seputar Penyakit Kawasaki

1. Apakah penyakit Kawasaki bisa berulang?
Ya, namun sangat jarang. Angka kekambuhan diperkirakan hanya sekitar 1-2%.

2. Apakah penyakit ini menular?
Tidak. Meskipun diduga dipicu oleh infeksi, penyakitnya sendiri tidak menular dari satu anak ke anak lain.

3. Berapa lama proses penyembuhannya?
Fase akut biasanya berlangsung 1-2 minggu, namun pemulihan total dan pemantauan jantung bisa memakan waktu 6 hingga 8 minggu. (Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Resmi! PSBS Tunjuk Mantan Nakhoda PSS Sebagai Pelatih Anyar: Harapan Baru Menjauh dari Jurang Degradasi
• 8 jam lalubola.com
thumb
Doakan 23 Marinir Korban Longsor Cisarua, Mensos: Insya Allah Syahid
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Paket Shopee Belum Diterima Melebihi Estimasi
• 14 jam laludetik.com
thumb
Refleksi Investasi 2025: Arah Baru Teknologi Asia Tenggara
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
16 Rumah di Jalan Bangka Terbakar Akibat Korsleting, Kerugian Capai Rp 2,9 M
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.