Tak Disangka, Lalat Buah Jadi Riset Strategis Peneliti Unhas

harianfajar
15 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR-Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin melalui Unhas Fly Research Group (UFRG) menyelenggarakan webinar Fly Research Group Outreach 2026 bertema “Introducing Drosophila Melanogaster as a Model for Advancing Undergraduate Research in Indonesia”. Berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, pada Selasa (10/2)

Kegiatan ini diinisiasi UFRG sebagai salah satu Thematic Research Group (TRG). Outreach 2026 merupakan wadah berbagi pengetahuan, penguatan jejaring kolaborasi, serta peningkatan kapasitas riset mahasiswa dan dosen. Empat peneliti Drosophila Melanogaster (lalat buah) berpengalaman yang membagikan wawasan ilmiah, pendekatan riset, serta potensi pemanfaatan lalat buah dalam berbagai bidang penelitian, mulai dari genetika, biologi perkembangan, hingga riset penyakit dan terapi.

Ketua Panitia, Mukarram Mudjahid, S.Si., M.Si., Apt., dalam laporannya menjelaskan bahwa Outreach 2026 merupakan bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional antara Universitas Hasanuddin, The University of Queensland, dan University of Cambridge.

Kegiatan ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang akan dilaksanakan selama dua hari, dengan konsep partisipatif yang melibatkan perwakilan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

“Model ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman ilmiah, tetapi juga membangun soft skills, kepemimpinan akademik, dan kapasitas implementasi riset di masing-masing institusi,” kata Mukarram.

Tercatat, 11 universitas di luar Unhas menyatakan minat untuk terlibat, dengan 13 dosen perwakilan kampus serta sekitar 100 mahasiswa berlatar belakang Farmasi mengikuti kegiatan ini. TRG UFRG menargetkan munculnya kolaborasi riset lintas perguruan tinggi berbasis model lalat buah.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Unhas, Prof. Muhammad Aswad, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt., menegaskan bahwa pemanfaatan lalat buah dalam riset memiliki nilai strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah berbagi praktik baik yang telah dikembangkan di Fakultas Farmasi Unhas, sekaligus mendorong penguatan budaya riset kolaboratif. Fakultas Farmasi Unhas yang memiliki sembilan TRG diarahkan untuk memperluas implementasi riset berbasis model organisme dan memperkenalkannya secara lebih luas kepada masyarakat akademik Indonesia.

Pada sesi materi, Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., Apt., (Fakultas Farmasi Unhas) memaparkan materi berjudul “A Small Model for Big Questions: What Drosophila melanogaster Can Teach Us About Human Health, Disease, and Treatments.”

Prof. Firzan menjelaskan bahwa Drosophila melanogaster atau lalat buah merupakan model biologis yang sangat kuat untuk menjawab pertanyaan besar dalam biologi dan kesehatan manusia. Sekitar 75% gen manusia yang terkait penyakit memiliki pasangan fungsional pada Drosophila, dengan kesamaan tidak hanya pada struktur gen, tetapi juga fungsi biologis dan mekanisme seluler. Hal ini menjadikan Drosophila sangat efektif sebagai model screening untuk memahami mekanisme penyakit dan pengembangan terapi.

Prof. Firzan juga menegaskan bahwa rencana tubuh organisme dikendalikan oleh program genetik yang bekerja melalui jaringan gen hierarkis dan bersifat evolusioner serta terkonservasi lintas spesies, sehingga temuan pada Drosophila relevan untuk menjelaskan berbagai penyakit manusia, seperti kanker, gangguan metabolik, penyakit degeneratif, dan proses inflamasi.

“Melalui UFRG Outreach 2026, Drosophila diposisikan sebagai mikroskop biologis yang mempercepat riset dan memperkuat kapasitas riset mahasiswa Indonesia,” kata Prof. Firzan.

Webinar ini juga menghadirkan narasumber internasional, Prof. Toshiyuki Takano dari Kyoto Drosophila Stock Center, Kyoto Institute of Technology, Jepang. Ia memaparkan materi “A Drosophila Resource at Kyoto Drosophila Stock Center to Study Human Diseases.”

Menurut Prof. Takano, pemanfaatan koleksi Drosophila memungkinkan kajian penyakit secara lebih sistematis, terintegrasi, dan efisien, sekaligus menjembatani pendekatan lintas disiplin dari genetika, biologi sel, biomedis, hingga pengembangan terapi.

Kyoto Drosophila Stock Center tidak hanya berfungsi sebagai penyedia material riset, tetapi juga sebagai infrastruktur ilmiah global yang mempercepat riset penyakit, pengembangan diagnosis, dan inovasi terapi berbasis pemahaman mekanisme biologis yang utuh.

Lalat Buah dan Interaksi Virus

Selanjutnya, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan dua narasumber internasional lainnya, yakni Assoc. Prof. Karyn Johnson dari The University of Queensland, Australia, dan Prof. Tim Weil dari The University of Cambridge, Inggris, yang memperkaya perspektif riset global dan kolaborasi internasional berbasis Drosophila melanogaster.

Assoc. Prof. Karyn Johnson (School of Biological Sciences, The University of Queensland, Australia), menyampaikan materi berjudul “Drosophila as a Model for Understanding Host–Virus Interactions”. Prof Karyn menjelaskan pemahaman interaksi antara inang dan virus yang merupakan kunci penting dalam pengendalian penyakit infeksi, khususnya penyakit yang ditularkan melalui vektor serangga.

Menurutnya, Drosophila melanogaster memiliki peran strategis sebagai model organisme karena kemudahan manipulasi genetik serta kemiripan mekanisme imun dasarnya dengan organisme tingkat tinggi.

Lebih lanjut, Prof Karyn menekankan bahwa sekitar 15 persen penyakit infeksi pada manusia ditularkan melalui serangga, terutama nyamuk, yang berperan sebagai vektor berbagai patogen berbahaya Dalam konteks tersebut, Drosophila digunakan sebagai model eksperimental untuk mengkaji bagaimana virus berinteraksi dengan sistem imun inang.

“Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi jalur molekuler dan respons imun yang berperan dalam membatasi maupun memfasilitasi infeksi virus. Temuan-temuan dari penelitian berbasis Drosophila diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam memahami proses serupa,” jelas Prof Karyn.

Menutup pemaparannya, Prof Karyn menyimpulkan bahwa molekul microRNA (miRNA) memiliki dampak fungsional yang luas terhadap proses infeksi virus. Pengaruh miRNA dapat bersifat spesifik terhadap jenis virus tertentu maupun bersifat umum terhadap berbagai virus, sehingga pemahaman mengenai peran miRNA membuka peluang pengembangan strategi pengendalian penyakit berbasis molekuler yang lebih efektif di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Prof Tim Weil (Department of Zoology, The University of Cambridge, Inggris) memaparkan materi bertajuk “Translational Regulation and Protein–RNA Condensates in Early Drosophila Development”. Prof Weil menjelaskan, regulasi translasi dan pembentukan protein–RNA condensates pada tahap awal perkembangan Drosophila menjadi kunci untuk memahami bagaimana informasi genetik dikendalikan secara presisi sejak fase paling awal kehidupan embrio.

Prof. Tim Weil juga menguraikan bahwa proses tersebut berkaitan erat dengan tahapan oogenesis pada Drosophila, mulai dari sel punca hingga terbentuknya oosit matang. Distribusi dan lokalisasi mRNA determinan, khususnya bicoid dan gurken, berperan sentral dalam penentuan sumbu anterior posterior dan dorso ventral embrio.

Selain webinar daring, rangkaian kegiatan Fly Research Group Outreach 2026 akan dilanjutkan secara luring di Laboratorium Biofarmasi–Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin melalui kegiatan praktikum Drosophila. Kegiatan ini diikuti 11 perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan, sebagai wujud komitmen Unhas dalam memperluas jejaring dan penguatan riset berbasis model organisme. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tips Mengatasi Hipertensi dan Vertigo di Usia Lanjut
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gawat, Lebih dari 300 Ribu Anak di RI Mengalami Depresi
• 47 detik lalujpnn.com
thumb
Kerugian Negara Atas Korupsi Ekspor CPO Ditaksir hingga Rp14,3 Triliun
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Zodiak Mudah Galau dan Sensitif: Capricorn Labil, Libra Rapuh
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Program Makan Bergizi Gratis Dinanti, Bupati Madiun Sebut Warga Menangis Ingin Segera Terealisasi
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.