Kasus Penganiayaan Ojol oleh Oknum TNI di Kembangan Berakhir Damai Lewat Mediasi Kekeluargaan

pantau.com
21 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kasus penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) oleh oknum anggota TNI di Kembangan, Jakarta Barat, berakhir damai melalui mediasi kekeluargaan pada Senin (9/2/2026) malam.

Hasan menyatakan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan pelaku dan sepakat menyelesaikan masalah secara damai.

"Alhamdulillah semalam sudah ketemu sama pelaku, sudah 'clear', damai di tempat," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa.

Hasan juga telah mencabut laporan kepolisian dan memilih memaafkan pelaku setelah pelaku mengakui kesalahan, meminta maaf, serta memberikan ganti rugi dan biaya pengobatan.

Kronologi dan Alasan di Balik Penganiayaan

Hasan menjelaskan bahwa pelaku bertindak di luar kendali karena emosi, usai pulang kerja dalam keadaan lelah dan mendapati istrinya sedang sakit.

Saat kejadian, Hasan tengah mengantar penumpang bernama Nur, yang diketahui sebagai tukang pijat langganan istri pelaku.

Namun, karena kesalahan titik lokasi pemesanan di aplikasi, Nur terlambat sampai ke rumah pelaku, yang membuat situasi memanas.

Pelaku yang kesal lantaran tukang pijat tak kunjung datang dan istrinya dalam keadaan sakit, melampiaskan kemarahannya kepada Hasan.

"Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat," jelas Hasan.

Tanggapan dan Pesan Korban

Hasan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat dan media yang telah menyuarakan kasus ini hingga menjadi sorotan publik.

"Yang jelas pertama saya mengucapkan terima kasih berkat semua yang bantu menyuarakan, berkat media juga akhirnya bisa selesai masalahnya," ujar Hasan.

Ia juga mengakui bahwa pada awalnya ia merasa respons dari aparat terkesan lambat, diduga karena pelaku merupakan anggota TNI.

Namun setelah kasus viral dan menarik perhatian publik, proses mediasi pun segera dilakukan dan membuahkan hasil damai.

Dalam keterangannya, Hasan juga menitipkan pesan penting kepada aparat negara agar menjalankan tugas sebagai pelindung masyarakat secara adil.

"Ya pesan saya semoga enggak ada lagi kekerasan kepada warga, apalagi dilakukan oleh pihak aparat. Negara harus lebih mengayomi, menjaga sesama warga negara juga," kata Hasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pandji Pragiwaksono Jalani Sidang Adat, Minta Maaf Soal Candaan Soal Toraja | KOMPAS SIANG
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Komisi X DPR Puji Konsolnas 2026, Strategis Menuju Pendidikan Modern dan Berkelanjutan
• 5 jam laludisway.id
thumb
Jadi Ramadan Terakhir dengan Status Lajang, El Rumi Ungkap Makna Puasa Tahun Ini
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Vinfast Tetap Pede Bakal Jualan Motor Listrik Meski Tanpa Subsidi
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.