PM Inggris Keir Starmer di Ujung Tanduk, Terseret Skandal Epstein

cnbcindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita
Foto: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tiba di Istana Kepresidenan Bellevue saat diterima oleh Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Selasa, 28 Agustus 2024 di Berlin, Jerman. (AP/Christoph Soeder)

Jakarta, CNBC Indonesia - Posisi Keir Starmer sebagai Perdana Menteri Inggris kini berada di ujung tanduk setelah pengunduran diri orang kepercayaan terdekatnya menyusul skandal besar yang melibatkan dokumen Jeffrey Epstein. Tekanan publik dan internal partai terus meningkat, memicu spekulasi bahwa kepemimpinan Partai Buruh tersebut akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Krisis ini mencapai puncaknya setelah mundurnya Morgan McSweeney, Kepala Staf Perdana Menteri yang selama ini dikenal sebagai arsitek utama kemenangan telak Partai Buruh pada pemilu 2024. Kepergian McSweeney dipicu oleh polemik penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, yang belakangan terungkap memiliki hubungan sangat dekat dengan mendiang predator seksual Jeffrey Epstein.

Dalam pernyataan resminya pada hari Minggu (8/2/2026), Morgan McSweeney mengakui kesalahannya dalam memberikan rekomendasi politik kepada Perdana Menteri terkait posisi strategis tersebut.


Baca: Chaos! Demo Tolak Kunjungan Presiden Israel di Tetangga RI Memanas

"Keputusan untuk menunjuk Peter Mandelson adalah sebuah kesalahan. Dia telah merusak partai kita, negara kita, dan kepercayaan pada politik itu sendiri. Saat diminta, saya menyarankan Perdana Menteri untuk melakukan penunjukan itu dan saya bertanggung jawab penuh atas saran tersebut," ujar McSweeney dikutip The Guardian.

Mandelson sendiri telah mengundurkan diri dari jabatan duta besar pada September tahun lalu setelah rincian hubungannya dengan Epstein mulai terkuak. Namun, rilis jutaan dokumen terbaru sekitar 10 hari yang lalu mengungkap fakta yang lebih mengejutkan, di mana Mandelson diduga membagikan rahasia pasar yang sensitif kepada Epstein pada tahun 2008 saat ia masih menjabat di pemerintahan Partai Buruh sebelumnya.

Sejarawan Inggris, Anthony Seldon, menilai bahwa pengungkapan fakta-fakta dalam dokumen Epstein tersebut telah menciptakan guncangan yang sangat hebat bagi integritas politik di London.

"Ini kemungkinan merupakan skandal politik terburuk yang pernah dialami Inggris," kata Seldon mengenai dampak dari bocornya dokumen-dokumen tersebut.

Baca: AS Warning Kapal-Kapal Dekat Selat Hormuz, Persiapan Serang Iran?

Ancaman Bagi Starmer

Kondisi ini membuat Starmer semakin terisolasi di Downing Street, mengingat McSweeney adalah sekutu utamanya sejak awal karier politiknya. Ketegangan semakin meningkat setelah pemimpin Partai Buruh di Skotlandia, Anas Sarwar, secara terbuka menjadi tokoh senior pertama yang mendesak Starmer untuk segera meletakkan jabatannya demi kestabilan negara.

"Gangguan ini harus segera diakhiri dan kepemimpinan di Downing Street harus berubah," tegas Sarwar pada Senin sore waktu setempat.

Meskipun jajaran kabinet Starmer sempat melakukan upaya terkoordinasi untuk memberikan dukungan publik, bayang-bayang kejatuhan tetap menghantui. Sejak tahun 2016, Inggris telah dipimpin oleh enam Perdana Menteri yang berbeda, mulai dari David Cameron hingga Rishi Sunak, dan kini Starmer terancam mengikuti jejak para pendahulunya yang lengser akibat tekanan internal dan skandal.

Para pengamat merujuk pada fenomena "insting kawanan" dalam politik Inggris, di mana dukungan partai bisa hilang secara instan jika seorang pemimpin dianggap sudah menjadi beban. Hal ini pernah disampaikan oleh mantan PM Boris Johnson saat ia dipaksa mundur dari jabatannya pada tahun 2022 silam.

"Insting kawanan itu sangat kuat dan ketika kawanan itu bergerak, ia akan bergerak," kata Johnson saat menjelaskan bagaimana para loyalisnya berbalik arah saat itu.

Kini, masa depan Starmer diprediksi akan bergantung pada hasil pemilihan lokal di Skotlandia, Wales, dan Inggris pada bulan Mei mendatang.

Jika Partai Buruh mengalami kekalahan besar, tekanan dari rival internal seperti Wes Streeting atau Angela Rayner, meski Rayner masih terganjal masalah pajak pribadi, diperkirakan akan membuat posisi Starmer tidak lagi dapat dipertahankan.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kepala Staf dan Kepala Komunikasi PM Inggris Mundur

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan Salat Tarawih Pertama Puasa Ramadan 2026? Ini Jadwal dan Bacaan Niat
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Terbaru KA Banyubiru Solo-Semarang 2026, Cek Jam Berangkat dan Tarifnya
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Inspirasi Modifikasi Changan Lumin, Angkat Konsep Modifikasi EV Urban
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Emas Antam Tergelincir, Hari Ini Dijual Cuma Rp2,947 Juta
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Bukan Lagi Sinyal, Presiden Prabowo Bakal Tendang Pejabat Busuk
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.