jpnn.com - JAKARTA - Hashim Djojohadikusumo mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan mencopot sejumlah pejabat bermasalah.
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan itu menggunakan istilah ‘telur-telur busuk’ untuk menyebut pejabat yang bakal ditendang.
BACA JUGA: Pengakuan Dede Yusuf Soal Kemungkinan Demokrat Dukung Prabowo di Pilpres 2029
Langkah tersebut akan dilakukan Presiden Prabowo dalam rangka membersihkan jajaran birokrasi dan sektor swasta dari "telur busuk" yang menghambat laju pertumbuhan ekonomi.
Hashim Djojohadikusumo menungkapkan hal tersebut dalam forum China Conference Southeast Asia di St Regis Jakarta, Selasa (10/2) malam, diikuti dalam jaringan (daring).
BACA JUGA: Anshar Ilo: Prabowo Layak Dua Periode Demi Keberlanjutan Pembangunan Nasional
"Sekarang, tinggal masalah membersihkan 'telur-telur busuk' ini. Terus terang, akan ada pejabat yang dicopot, saya rasa denda sangat besar akan dijatuhkan," kata Hashim menjawab pertanyaan moderator seputar pengunduran diri sejumlah pejabat kunci di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pejabat di Bursa Efek Indonesia (BEI), baru-baru ini.
Adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto itu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengejar oknum elite yang terlibat dalam praktik kriminal hingga perusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia.
BACA JUGA: Tanggul Laut Raksasa Mampu Bertahan 200 Tahun
Dalam kesempatan diskusi panel itu, Hashim mengungkapkan bahwa momentum "pembersihan" di lingkup birokrasi ini sudah dimulai.
Hashim melempar sinyal akan ada lebih banyak kepala lembaga yang dicopot sebagai bentuk pertanggungjawaban atas inefisiensi dan dugaan pelanggaran hukum.
Dia mencontohkan, ketegasan di sektor lingkungan ditempuh Presiden Prabowo saat kunjungan kerja ke London dua pekan lalu.
Sebanyak 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dicabut izinnya karena terindikasi kuat terlibat dalam kerusakan lingkungan yang menyebabkan ribuan nyawa melayang.
"Data yang digunakan sangat akurat, mulai dari fotografi satelit, drone, hingga bukti lapangan. Meskipun beberapa perusahaan ini memiliki koneksi dengan elite yang kuat, Presiden tetap mengambil tindakan tegas," ujar Hashim.
Ia menambahkan, meskipun ada proses peninjauan kembali bagi perusahaan yang merasa tidak bersalah, prinsip utamanya adalah keadilan yang presisi, bukan pencabutan izin serampangan, hanya karena tekanan dari kelompok massa tertentu.
Dikatakan Hashim, tindakan tegas ini juga akan menyasar pelaku manipulasi di pasar modal.
Hashim menyoroti bagaimana investor ritel dan masyarakat kecil menjadi korban dari praktik "goreng saham" yang tidak wajar.
"Saya bukan Jaksa Agung. Namun, jika ada orang yang bertanggung jawab atas perilaku kriminal yang merugikan investor kecil, segala kemungkinan (proses hukum, red) terbuka lebar. Semua opsi ada di atas meja," katanya. (antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kabar Terbaru soal Utang Segunung Whoosh: Sudah Ada Solusi
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu




