Sanksi PSS Sleman Diringankan Komdis, Pertandingan Boleh Dihadiri Penonton

metrotvnews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Sleman: PSS Sleman telah melakukan banding buntut kasus dugaan pelanggaran disiplin pertandingan dalam kompetisi Championship League (Liga 2) melawan Barito Putera pada 31 Januari 2026. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI meringankan sanksi yang sebelumnya melarang kehadiran penonton dalam empat laga kandang. 

Peristiwa pelanggaran disiplin tersebut sempat terekam di media dan media sosial, salah satunya berupa asap menguar dari sisi tribun ketika pertandingan belum bubar. Bukan hanya berdampak pada penghentian pertandingan beberapa menit, namun juga berdampak ancaman pada penonton lain. Video yang beredar di media sosial menyebut asap itu bersumber dari alat pemadam api ringan (APAR) yang disemprotkan penonton. 

Suasana pertandingan saat PSS Sleman melawan Barito Putera pada 31 Januari 2026. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Saat pertandingan, asap membuat kepanikan puluhan penonton. Perempuan dan anak-anak yang berada di tribun sisi barat laut harus dievakuasi menjauhi paparan asap. Saat itu, manajemen PSS Sleman menyatakan sebanyak tujuh orang harus dibawa ke rumah sakit. 

Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti mengatakan pihak manajemen telah menerima putusan Komite Banding PSSI bernomor 001/KEP/KB/PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/II/2026 tertanggal 9 Februari 2026. Dalam putusan itu disebut komite menolak banding namun memberikan keringanan. 

"Berdasarkan putusan tersebut, Komite Banding PSSI menyatakan menolak permohonan banding PSS Sleman untuk seluruhnya serta menguatkan Keputusan Komite Disiplin PSSI dengan perbaikan pada kualifikasi pelanggaran dan penyesuaian sanksi disiplin," kata Vita di Sleman pada Selasa, 10 Februari 2026. 

Baca Juga :

Ivar Jenner Resmi Gabung Dewa United
Putusan banding tersebut tetap menyatakan PSS Sleman terbukti melakukan pelanggaran disiplin berupa penggabungan tingkah laku buruk penonton, dengan sanksi berupa penutupan sebagian stadion (Tribun Utara dan Tribun Selatan) selama 4 (empat) pertandingan kandang. PSS Sleman tetap bisa berlaga dengan dihadiri penonton namun dengan persyaratan tertentu. 

"Pertandingan tetap dapat dihadiri penonton tanpa memakai dan membawa atribut PSS Sleman, dimulai dari pertandingan terdekat, serta denda sebesar Rp60 juta," kata dia. 

Vita menyatakan PSS Sleman menghormati, mematuhi, dan akan melaksanakan seluruh ketentuan dalam putusan banding tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku. Manajemen PSS Sleman juga meminta pendukung tim agar bertindak baik agar selama pertandingan tetap kondusif. 

"PSS Sleman mengajak seluruh penonton dan elemen suporter untuk saling menjaga kondusivitas pertandingan, tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, serta terus menjunjung tinggi sportivitas demi keberlangsungan kompetisi dan nama baik klub yang kita cintai bersama," ujarnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI Pasang Target Ambisius: Eksplorasi 100 Sumur Migas Baru di 2026
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KSK Migas Targetkan 8 Proyek Hulu Migas Onstream 2026
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dobrak Kebiasaan, Bangkitkan Potensi
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Soroti Trotoar Dikuasai Parkir Liar dan PKL, Rano: Itulah Uniknya Jakarta
• 6 jam laludisway.id
thumb
Generali Bayar Klaim Rp1,3 Triliun Sepanjang 2025, Klaim Asuransi Kesehatan Dominan
• 7 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.