Nusa Palapa Gemilang (NPGF) Amankan Kontrak dari Industri Sawit Rp217 Miliar Awal 2026

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) mengamankan kontrak senilai Rp217 miliar dari segmen perkebunan kelapa sawit pada awal 2026.

Direktur Utama NPGF Ujang Suparman menilai, kontrak tersebut menjadi tonggak penting bagi perseroan dalam memperkuat kinerja penjualan sekaligus memperluas penetrasi pasar di sektor agribisnis strategis.

“Nilai kontrak tersebut setara dengan sekitar 97% dari pendapatan perseroan pada tahun sebelumnya, sehingga memberikan visibilitas pendapatan yang signifikan sejak awal 2026 serta mendukung perencanaan produksi dan distribusi yang lebih terukur,” kata Ujang, Selasa (10/2/2026).

Produk yang tercakup dalam kontrak tersebut meliputi pupuk NPK serta formulasi nutrisi tanaman yang dirancang sesuai karakteristik lahan dan fase pertumbuhan kelapa sawit. Menurut Ujang, kontrak ini mencerminkan meningkatnya tingkat kepercayaan pelanggan terhadap kualitas produk dan layanan yang diberikan perseroan.

“Keberhasilan NPGF mengamankan kontrak PO senilai Rp217 miliar di awal tahun 2026 merupakan hasil dari konsistensi perseroan dalam menjaga kualitas produk, ketepatan distribusi, serta pendekatan yang berfokus pada kebutuhan pelanggan perkebunan,” ujarnya.

Baca Juga

  • Bank Cirebon Bangkrut, Pemkot Serahkan Penanganan kepada LPS
  • Banjir Right Issue Imbas Aturan Free Float 15%, KSEI Siapkan Antisipasi
  • Right Issue atau Private Placement untuk Emiten Kejar Free Float 15%? Begini Kata BEI
Nusa Palapa Gemilang Tbk. - TradingView

Ia menambahkan, perolehan kontrak tersebut turut memperkuat portofolio bisnis NPGF di tengah pengembangan berbagai segmen agribisnis yang saat ini dijalankan perseroan.

“Kontrak ini menjadi modal awal yang penting bagi NPGF dalam menjaga momentum pertumbuhan sepanjang 2026. Dengan basis kontrak yang sudah terbentuk sejak awal tahun, kami optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan,” lanjut Ujang.

Sejalan dengan capaian tersebut, manajemen NPGF menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Manajemen juga menegaskan bahwa kontrak senilai Rp217 miliar ini tidak bersifat satu kali (one-off), melainkan merupakan bagian dari pipeline penjualan berkelanjutan yang tengah dibangun perseroan.

Kontrak tersebut sekaligus melengkapi langkah strategis perseroan dalam memperkuat struktur modal kerja. Hingga saat ini, NPGF telah memperoleh fasilitas kredit perbankan sebesar Rp54 miliar. Dengan demikian, perseroan dinilai memiliki kombinasi permintaan yang solid serta kapasitas pendanaan yang memadai untuk mengeksekusi strategi pertumbuhan.

Ke depan, Ujang menyampaikan bahwa NPGF akan terus memperkuat hubungan dengan pelanggan eksisting sekaligus membuka peluang kontrak baru di segmen perkebunan dan agribisnis komersial lainnya. Dengan fondasi tersebut, perseroan optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia pupuk bagi industri perkebunan nasional serta mendukung target pertumbuhan kinerja sepanjang 2026.

--

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi Ekspor CPO, Negara Rugi Rp10-14 Triliun
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 11 Februari 2026
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Andre Rosiade Bagikan Sembako di Perumnas Indarung, Warga Sampaikan Harapan
• 14 jam laludetik.com
thumb
UN Women Indonesia Perkuat Aksi Iklim Responsif Gender Berbasis Orang Muda
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persib Bidik Hasil Positif di Markas Ratchaburi, Teja Paku Alam: Kami tidak Akan Menyia-nyiakan Kesempatan
• 1 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.