Iran soal ancaman serangan AS: Kami kuat tapi tidak ingin berkonflik

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menanggapi ancaman serangan Amerika Serikat dengan menyatakan bahwa negaranya merupakan negara yang kuat tetapi tidak memiliki keinginan untuk berkonflik dengan siapa pun.

“Kami mampu mempertahankan diri. Kami memiliki kekuatan, namun tidak memiliki keinginan untuk berkonflik dengan pihak mana pun,” kata Dubes Boroujerdi.

Pernyataan tersebut disampaikannya pasca negosiasi tidak langsung mengenai nuklir antara Iran dengan AS pada Jumat lalu di Muscat, Oman, setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan sejumlah "armada besar" sedang menuju Iran.

Dubes Boroujerdi menekankan bahwa Iran tetap membuka membuka jalur dialog dengan AS meski dibayangi dengan ketidakpercayaan akibat pengalaman di masa lalu, termasuk insiden serangan yang terjadi di tengah proses negosiasi.

Ia menegaskan bahwa Iran berharap negosiasi kali ini dijalankan secara serius dan menekankan bahwa Teheran tidak menginginkan perang, melainkan perdamaian dan keamanan di kawasan. Namun demikian, Iran menyatakan kesiapan penuh untuk mempertahankan diri jika menghadapi ancaman atau tindakan militer.

“Jika mereka memang serius, kami akan sangat senang, karena kami tidak menyukai perang dalam bentuk apa pun. Kami menginginkan perdamaian dan keamanan di kawasan, tetapi kami juga siap menghadapi segala bentuk perang,” ucapnya.

Menanggapi unjuk rasa yang meluas yang terjadi di negaranya pada akhir tahun lalu, Dubes Boroujerdi menyampaikan bahwa dinamika internal merupakan urusan dalam negeri Iran dan tidak seharusnya dijadikan alasan oleh pihak asing untuk melakukan intervensi.

Ia menekankan bahwa Iran sebagai negara demokratis menjamin kebebasan berpendapat. Namun, setiap tindakan yang mengancam keamanan nasional akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Seperti yang saya sampaikan, ini adalah urusan domestik Iran dan tidak ada kaitannya dengan negara lain untuk dijadikan alasan campur tangan dalam urusan Iran,” kata dia.

Lebih lanjut, diplomat Iran itu menegaskan bahwa prioritas utama Iran adalah menjaga perdamaian, keamanan, stabilitas, kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Menurutnya, tekanan ekonomi yang dihadapi Iran akibat kebijakan sejumlah negara tidak hanya berdampak pada Iran, tetapi juga berpotensi memengaruhi negara lain mengingat peran strategis Iran sebagai salah satu produsen minyak dan gas utama dunia.

Meski menghadapi tantangan tersebut, sebutnya, Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan atau intimidasi dari pihak luar dan akan menjaga kedaulatan serta keamanannya berdasarkan kekuatan sendiri.

“Kami berusaha melalui masa sulit ini, tetapi tidak akan menerima perundungan dari luar negeri. Kami tidak akan menyuap negara mana pun agar perdamaian dan keamanan kami dihormati. Kami berdiri dan mempertahankan kepentingan kami dengan kekuatan sendiri,” tegas Dubes Boroujerdi.

Baca juga: RI ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan

Baca juga: Dubes Iran: RI di Dewan HAM PBB buka peluang tatanan dunia lebih adil

Baca juga: Iran upayakan capai kesepakatan dengan AS soal nuklir


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dirjen Polpum Kemendagri: Bela Negara Harus Dimulai dari Aksi Ketahanan Pangan
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Bertemu Apindo, Prabowo Tekankan Pengusaha Harus Beri Manfaat dan Ciptakan Lapangan Kerja
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Anggota DPR Soroti Pembaruan DTSEN Justru Pertaruhkan Nyawa Pasien BPJS PBI
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Stadion Teladan Jadi Kunci, Sumatera Utara Dekati Status Tuan Rumah Piala AFF U-17 dan U-19
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Geger, Mayat Bayi Terbungkus Plastik Ditemukan di Selokan Gambir Jakpus
• 16 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.