Sleman, tvOnenews.com – Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) digandeng oleh salah satu hotel bintang lima di Sleman, Garrya Bianti Yogyakarta dalam membangun ekosistem peternakan ayam mandiri. Peresmian Cage-Free Farm ketiga Garrya Bianti Yogyakarta di Dusun Kadipiro, Margodadi, Seyegan, Sleman pada Selasa (10/2) pagi menegaskan komitmen hotel tersebut akan keberlanjutan pemberdayaan masyarakat sekaligus perwujudan hasil kerja sama kedua belah pihak.
Investasi berkelanjutan demi terciptanya kemandirian masyarakat ini diwujudkan Garrya Bianti Yogyakarta dengan mengalokasikan dana sebesar Rp160 juta yang dimanfaatkan sepenuhnya untuk pembangunan kandang di atas tanah kas desa seluas 300 meter persegi, pengadaan 700 ekor ayam, penyediaan pakan, serta pelatihan bagi para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Program ini dirancang bukan sebagai bantuan sekali lepas, melainkan sebuah proyek jangka panjang dengan pendampingan intensif dari manajemen hotel dan PPT Fakultas Peternakan UGM.
Mengingat garda terdepan yang terjun langsung dalam mengurusi peternakan adalah para anggota KWT, maka fokus utama program ini adalah merangkul sejumlah anggota KWT di Dusun Kadipiro. Di bawah kepemimpinan Ibu Siwi Handayani, sebanyak 24 orang anggota KWT Tangguh mendapatkan ilmu baru dalam beternak, yaitu dengan metode cage-free (tanpa kandang). Kerja sama ini menciptakan ekonomi sirkular yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Kemandirian ekonomi warga mendapatkan dukungan penuh, namun di sisi lain, KWT mampu menyediakan telur berkualitas tinggi kaya omega untuk dapur hotel.
Ridwan Heriyadi, General Manager Garrya Bianti Yogyakarta, menekankan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan dengan masyarakat sekitar.
“Bagi kami, ini adalah cara untuk give back kepada komunitas. Kami ingin kehadiran hotel kami memberikan manfaat nyata melalui pemberdayaan masyarakat lokal agar mereka terus bertumbuh dan mandiri secara ekonomi,” ujar Ridwan pada peresmian Cage-Free Farm, Selasa (10/2).
Dukungan teknis dari akademisi juga menjadi kunci keberhasilan dari program ini. Dr. Ir. Muhsin Al Anas, perwakilan Fakultas Peternakan UGM menyatakan komitmennya dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Kami mendampingi Ibu-ibu KWT agar mereka memiliki keahlian profesional dan tidak cepat puas untuk terus mengembangkan potensi peternakan ini,” ungkap Muhsin.




