Asosiasi DPLK Beberkan Faktor Pendorong Aset Dana Pensiun Tumbuh hingga 12%

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menilai target pertumbuhan aset dana pensiun sebesar 10%—12% year-on-year (YoY) pada 2026 yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat realistis.

Selain realistis, Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja berpendapat proyeksi OJK itu mencerminkan pertumbuhan yang stabil, mengingat realisasi aset nasional per Desember 2025 sudah mencapai 11,35%.

Dia melanjutkan, faktor pendorong yang bisa membuat aset dana pensiun tumbuh hingga 12% YoY adalah perluasan inklusi ke segmen pekerja informal melalui kanal distribusi digital, pengelolaan investasi yang prudent dengan fokus pada instrumen berkualitas tinggi untuk menjaga stabilitas imbal hasil.

“Serta peningkatan literasi yang mulai menggeser paradigma masyarakat bahwa dana pensiun adalah kebutuhan dasar untuk menjamin kemandirian finansial di masa tua,” sebutnya kepada Bisnis, Selasa (10/2/2026).

Sebab demikian, dia menyarankan agar perusahaan dana pensiun menerapkan digitalisasi end-to-end pada sistem onboarding untuk mempermudah akses peserta baru dan menerapkan skema Life Cycle Fund guna mengoptimalkan imbal hasil yang menyesuaikan profil risiko peserta. 

“Secara khusus di DPLK, pertumbuhan aset didorong melalui optimalisasi Dana Kompensasi Pascakerja (DKP) sebagai solusi bagi korporasi untuk mencadangkan beban pesangon karyawan secara lebih efisien dan terarah,” ucap Tondy.

Baca Juga

  • Aset Dana Pensiun 2026 Bakal Naik 12%, DPLK Avrist: Fundamental Kian Kuat
  • Asosiasi DPLK Beberkan 3 Tantangan Gaet Pekerja Informal jadi Peserta Dana Pensiun
  • Peserta Dana Pensiun Bisa Tumbuh hingga 6% pada 2026, Simak Proyeksi Asosiasi DPLK

Tondy melanjutkan, perusahaan juga harus bisa menangkap potensi atau peluang dari segmen pekerja informal dan generasi muda, yang masih tergolong minim terhadap total aset dana pensiun.

“Melalui literasi dan edukasi yang menyentuh isu relevan seperti solusi memutus rantai ‘sandwich generation’, kami yakin mereka akan menjadi motor pertumbuhan baru yang signifikan di masa depan,” tegasnya.

Meski demikian, Tondy tidak menampik industri dana pensiun masih harus menghadapi tantangan volatilitas pasar yang membayangi stabilitas imbal hasil (return) dan tekanan daya beli masyarakat yang dapat menghambat konsistensi iuran rutin sebagai sumber utama pertumbuhan aset. 

Selain itu, lanjutnya, pemulihan aspek kepercayaan (trust) publik menjadi krusial agar masyarakat merasa aman untuk berkomitmen menjadi peserta jangka panjang di tengah sentimen negatif masa lalu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mochammad Mahmud Diperiksa Satreskrim Polrestabes Surabaya sebagai Saksi Dugaan Korupsi Bimtek Tahun 2011
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Status BPJS PBI Aman Sementara, Bagaimana Nasib 106 Ribu Pasien Pasca Ground Check Kemensos?
• 23 jam lalusuara.com
thumb
5 Zodiak dengan Pikiran Paling Sibuk, Juara Overthinking
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pesawat Smart Air Ditembak di Papua, 13 Penumpang Selamat
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Bantuan Bencana Lebih Rp1 M Dikirim ke Daerah Terdampak di Jabar-Jateng, Pasar Murah juga Dibuka Jelang Ramadhan
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.