Jakarta, tvOnenews.com - Sepak bola Malaysia kembali dilanda gejolak besar menyusul keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) yang menangguhkan sementara larangan FIFA terhadap sejumlah pemain naturalisasi.
Di tengah situasi tersebut, bek kontroversial Gabriel Palmero resmi bergabung dengan Kuching City FC, sebuah langkah yang membuka peluang penyelamatan kariernya yang sempat terhenti.
Penangguhan sementara ini diberikan setelah CAS menyetujui permintaan penundaan putusan final guna mengumpulkan dokumen tambahan terkait dugaan penggunaan dokumen tidak sah dalam proses naturalisasi tujuh pemain tim nasional Malaysia. Sebelumnya, FIFA telah menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan kepada para pemain tersebut, terhitung sejak September 2025.
Sanksi itu berdampak serius terhadap kelangsungan karier para pemain. Sejumlah klub memilih mengakhiri kontrak secara sepihak demi menghindari risiko hukum lanjutan, membuat beberapa pemain terancam menganggur dan kehilangan masa depan profesional mereka.
Nama Gabriel Palmero menjadi salah satu kasus yang paling menyita perhatian. Bek yang sempat terdaftar sebagai pemain Tenerife dan dipinjamkan ke Unionistas de Salamanca itu harus menerima kenyataan pahit setelah kontrak peminjamannya diputus menyusul pengumuman sanksi FIFA. Palmero bahkan dilepas Tenerife pada November 2025, membuatnya tak bisa bermain secara profesional dalam waktu yang cukup lama.
Namun, penangguhan sementara dari CAS memberi secercah harapan. Palmero akhirnya menemukan pelabuhan baru dengan bergabung bersama Kuching City FC, klub peserta Liga Super Malaysia. Kendati demikian, transfer tersebut tetap menuai kontroversi lantaran status hukum Palmero belum sepenuhnya aman dan risiko pemberlakuan kembali sanksi FIFA masih membayangi.
Selain Palmero, beberapa pemain lain juga mulai kembali merumput. Hector Hevel, Jon Irazabal, dan Joao Figueiredo tercatat memperkuat Johor Darul Ta'zim, sementara Facundo Garces tetap tampil di level tertinggi Eropa bersama Deportivo Alaves di La Liga Spanyol. Meski begitu, jumlah pemain yang benar-benar mendapat menit bermain masih terbatas, menandakan kehati-hatian klub-klub terhadap putusan akhir CAS.
Perlu ditegaskan, penangguhan ini bukan berarti para pemain dibebaskan sepenuhnya dari hukuman. Apabila CAS nantinya menguatkan keputusan FIFA, larangan tersebut akan langsung diberlakukan kembali tanpa kompromi.




