Ramadan 2026, Kemenag Perkuat Layanan Keagamaan yang Inklusif dan Berdampak

okezone.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA  — Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama akan menghadirkan Ramadan yang menggembirakan, produktif secara sosial, dan khusyuk secara spiritual. Pemerintah membuat Program Joyful Ramadan Mubarak untuk memperkuat layanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan berdampak langsung bagi umat.

“Sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam mendekatkan masyarakat dengan ajaran agamanya,”ujar Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, semakin dekat umat dengan nilai-nilai keagamaan, semakin damai kehidupan sosial, sebaliknya jarak dengan ajaran agama berpotensi melemahkan harmoni masyarakat.

Baca Juga :
Istana: TNI-Polri Tulang Punggung Pengamanan Nasional saat Ramadan dan Lebaran

“Tugas Kementerian Agama adalah mendekatkan umat dengan ajarannya. Semakin dekat umat dengan agama, semakin damai kehidupan ini. Ramadan menjadi momentum paling tepat untuk memastikan kedekatan itu benar-benar terwujud,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Ramadan diposisikan sebagai ruang transformasi yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga spiritual, sosial, dan kebangsaan. Konsep Joyful Ramadan memuat tiga makna utama, yaitu ibadah yang menggembirakan dan menumbuhkan optimisme, penguatan kebersamaan sosial melalui solidaritas dan kepedulian, serta produktivitas keberagamaan yang edukatif dan solutif.

Ismail menambahkan, rangkaian kegiatan Joyful Ramadan diharapkan memberi dampak nyata pada penguatan moderasi beragama, harmoni sosial, serta peningkatan kualitas layanan publik keagamaan. Seluruh program dirancang inklusif dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari ulama, ormas keagamaan, akademisi, hingga komunitas masyarakat.

Baca Juga :
Makna dan Amalan Tarhib Ramadan, Bekal Menyambut Puasa 2026

“Ramadan harus melahirkan umat yang saleh secara spiritual, kuat secara sosial, dan mampu berkontribusi bagi bangsa. Di sinilah negara hadir sebagai pelayan umat, penggerak harmoni, dan penjaga nilai-nilai keagamaan yang damai,” pungkasnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menambahkan, Joyful Ramadan menjadi agenda strategis Ditjen Bimas Islam dalam mengoptimalkan peran layanan keagamaan selama bulan suci.

 

Baca Juga :
ARYADUTA Menteng dan Chef William Wongso Sajikan Momen Bersantap dalam Ramadan Nusantara Journey


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gapmmi Dorong Industri Mamin Topang Target Ekonomi 8%
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
CELIOS Kiritik Pertumbuhan Ekonomi RI 2025, Ungkap Sejumlah Kejanggalan
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perda Transportasi Umum Jadi Solusi Atasi Macet di Surabaya
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PSBS Biak Tunjuk Marian Mihail Jadi Pelatih Kepala, Jelang Lawan Persita
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Pekan Ke-21 BRI Super League: Persib dan Borneo FC Jadi Penonton Pergolakan 16 Kontestan
• 3 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.