Kemajuan Terapi Sel Punca di Indonesia Didukung UU

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi medis, termasuk terapi sel punca (stem cell), semakin luas dimanfaatkan untuk menangani berbagai penyakit kronis dan mematikan. Terapi ini menjadi harapan baru bagi pasien yang sebelumnya bergantung pada pengobatan jangka panjang.

Secara prinsip, sel punca adalah sel induk yang dapat berkembang dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel baru yang sehat untuk menggantikan sel rusak di dalam tubuh.

Dalam dunia medis, terdapat tiga sumber utama sel punca yaitu umsum tulang, darah perifer, serta darah dan jaringan tali pusat. Masing-masing sumber memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan dan kecocokan donor.

Sel punca dari sumsum tulang mensyaratkan kecocokan donor hingga 100 persen agar transplantasi aman dilakukan, sebuah kondisi yang kerap sulit dipenuhi dalam waktu terbatas. Sementara itu, sel punca dari darah tali pusat cenderung lebih toleran dan tidak memerlukan kecocokan sempurna antara donor dan penerima.
 

Baca Juga :

Kenali Penyakit Kawasaki, Ancaman Jantung Anak Usia Dini


Di Indonesia, terapi sel punca telah mendapat dukungan pemerintah dengan regulasi yang ketat. Kementerian Kesehatan RI melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengatur bahwa terapi berbasis sel punca hanya dapat dilakukan setelah terbukti keamanan dan manfaatnya, serta memenuhi standar mutu yang ditetapkan.

Medical Advisor PT Cordlife Persada, dr. Meriana Virtin, menjelaskan bahwa transplantasi sel punca hematopoietik dapat digunakan untuk menangani berbagai penyakit.

"Transplantasi sel punca hematopoietik dapat digunakan untuk menangani berbagai penyakit seperti kelainan darah bawaan thalasemia, kanker pada anak seperti leukemia, penyakit metabolik, serta gangguan sistem kekebalan tubuh berat," kata dr. Meriana Virtin dalam keterangannya, Selasa, 10 Februari 2026.

Terapi sel punca sebagai pendekatan medis terus mendorong upaya pencarian sumber sel punca yang lebih mudah diakses, aman, dan efektif bagi pasien di masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Siapkan 1,2 Juta Kursi untuk Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kereta 30 Persen
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Dibuka Menguat 0,30 Persen, Rupiah Juga Menguat ke Rp 16.765 per Dolar AS
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Tergelincir, Hari Ini Dijual Cuma Rp2,947 Juta
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harmoni dari Kampung China Betawi Depok
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Aksi Pria di Sunter Nekat Curi Besi Jembatan meski Lalu Lintas Ramai
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.