Liputan6.com, Jakarta - Dari sudut Kota Depok, Jawa Barat. Akulturasi budaya menjadi akar kehidupan sosial. Kampung China Betawi terus bertahan, hadir untuk memberi warna dan harapan.
Memasuki Jalan H Bona, Limo,Depok, sekilas tidak ada yang istimewa. Namun setelah menelusuri jalan, terdapat gapura yang berbeda dari gapura lainnya.
Advertisement
Gapura berkelir merah dengan lebar sekitar tiga meter dan tinggi mencapai 10 meter. Dihiasi sejumlah ornamen budaya Tionghoa berwarna dominan Merah dan kuning. ada lampion dan hiasan naga. Di bagian atas gapura, tertulis pesan ‘selamat tahun baru imlek’. Sebagai tanda dan persiapan menyambut datangnya tahun baru China yang penuh harapan.
Di balik gapura itu, detak kehidupan warga China keturunan atau biasa disebut Kampung China Betawi Limo Depok. Mereka bersemangat dalam sukacita menyambut imlek 2577 Kongzili tahun 2026.
Dari kejauhan, Ketua Paguyuban Kampung China Betawi Limo, Tio Engkay Herman sedang berbincang dengan pengurus lingkungan setempat. Belum banyak yang dipersiapkan jelang imlek.
“Sementara kami baru menghias gapura maupun akses masuk ke lingkungan,” ujar Tio yang merupakan generasi keempat keturunan China Betawi yang tinggal di Limo, Selasa (11/2/2026).
Rencananya warga Kampung China Betawi Limo akan menghias setiap sudut akses jalan dengan ornamen khas imlek. Tradisi yang terus dipertahankan hingga hari ini.
“Sekitar 100 meter jalan lingkungan yang akan dihias lampu lampion dan pembuatan mural bertemakan imlek,” ucap Tio.
Terlihat terdapat sejumlah mural bertemakan imlek yang sudah tergambar di sejumlah tembok jalan lingkungan. Adapun mural tersebut bergambarkan tahun imlek, shio kuda emas, gambar sepasang anak menggunakan pakaian adat China.
“Beberapa rumah warga sudah berhias ornamen pernak pernik perayaan imlek,” terang Tio.




