STADION Diego Armando Maradona menjadi saksi bisu runtuhnya ambisi Napoli di ajang Coppa Italia 2025/2026. Dalam laga perempat final yang berlangsung dramatis, Rabu (11/2) dini hari WIB, Napoli harus mengakui keunggulan tim tamu, Como, setelah melewati drama adu penalti yang berakhir dengan skor 7-8 untuk kemenangan tim asuhan Cesc Fabregas.
Pertandingan ini membuktikan bahwa status unggulan tidak menjamin tiket ke semifinal. Meski Napoli mendominasi penguasaan bola, disiplin taktis yang diterapkan I Lariani membuat barisan penyerang I Partenopei frustrasi sepanjang babak pertama.
Jalannya Pertandingan: Dari Penalti ke Kebangkitan CepatKebuntuan pecah pada menit ke-38. Berawal dari penetrasi Smolcic ke kotak terlarang, Mathias Olivera melakukan pelanggaran yang memaksa wasit Gianluca Manganiello menunjuk titik putih.
Baca juga : Preview Coppa Italia: Napoli vs Como,: Duel Guru dan Murid di Stadion Diego Armando Maradona
Martin Baturina, yang maju sebagai algojo, dengan tenang menaklukkan kiper Vanja Milinkovic-Savic. Skor 0-1 untukn keunggulan Como bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Antonio Conte melakukan penyesuaian cepat yang membuahkan hasil instan. Hanya satu menit setelah laga dimulai kembali, Napoli berhasil menyamakan kedudukan.
Kerja sama apik di lini depan berakhir dengan umpan matang Rasmus Hojlund yang dikonversi menjadi gol oleh Antonio Vergara. Gol ini sempat membangkitkan asa publik Naples untuk membalikkan keadaan.
Baca juga : Napoli vs Como, Alvaro Morata Gagal Penalti, Laga Berakhir Imbang Tanpa Gol
Tensi Tinggi di Tepi LapanganLaga tidak hanya memanas di dalam lapangan, tetapi juga di area teknis. Antonio Conte terlihat melakukan protes keras terhadap wasit, menuntut kartu kuning kedua bagi bek Como, Jacobo Ramon, atas pelanggaran kerasnya.
Menyikapi situasi panas tersebut, Fabregas bergerak cepat dengan menarik keluar Ramon demi menghindari risiko bermain dengan sepuluh orang, sebuah langkah strategis yang terbukti krusial bagi Como.
Drama Adu PenaltiSesuai regulasi baru, pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa melalui perpanjangan waktu.
Di fase krusial ini, mentalitas pemain Como diuji. Keberuntungan menjauh dari Napoli saat dua pemain senior mereka gagal menunaikan tugas.
Romelu Lukaku gagal menyarangkan bola setelah tembakannya melebar, dan gelandang Stanislav Lobotka menjadi eksekutor terakhir yang gagal setelah tendangannya dibendung secara heroik oleh kiper Como, Jean Butez. Dengan hasil ini, Como mengunci kemenangan 8-7 di babak adu penalti.
Catatan Sejarah dan Langkah SelanjutnyaKemenangan ini merupakan pencapaian bersejarah bagi Como. Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, klub milik pengusaha Indonesia ini berhasil menembus semifinal Coppa Italia.
Di babak empat besar nanti, Como sudah ditunggu Inter Milan, dengan leg pertama yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Maret mendatang.
Bagi Napoli, kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi Antonio Conte, mengingat Coppa Italia adalah salah satu target realistis mereka musim ini di tengah persaingan ketat di Serie A. (gazzetta.it/Z-1)





