Bursa Efek Indonesia (BEI) memindahkan dua saham ke dalam papan pemantauan khusus, yakni IBOS dan STAR.
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) memindahkan dua saham ke dalam papan pemantauan khusus. Keduanya yakni PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) yang sebelumnya berada di papan akselerasi dan PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) yang sebelumnya berada di papan pengembangan.
Dengan perpindahan papan tersebut, maka saham IBOS dan STAR akan diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA) mulai hari ini.
"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 11 Februari 2026," kata Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar dalam pengumuman, Selasa (10/2/2026).
Kedua saham tersebut dipindahkan ke papan FCA karena kriteria 10. Sesuai aturan BEI, saham terkena suspensi selama lebih dari satu hari akibat aktivitas perdagangan akan ditempatkan ke dalam papan pemantauan khusus.
Saham IBOS dan STAR mencetak kinerja yang impresif dalam beberapa waktu terakhir. Saham IBOS naik hampir 200 persen dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu saham STAR melesat lebih dari 1.000 persen ke level Rp780 untuk periode yang sama.
Direktur Utama IBOS, Edi Nugoroho menilai, kenaikan saham IBOS dalam beberapa waktu terakhir murni akibat mekanisme pasar. Saham IBOS saat ini berada di level Rp151 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp1,2 triliun.
"Perseroan melihat bahwa pergerakan harga saham adalah masih tahap wajar dan itu adalah mekanisme pasar yang normal," katanya.
Selain itu, dia memastikan tidak ada informasi material yang memengaruhi harga saham IBOS, kecuali yang sudah disampaikan kepada publik.
Sementara itu, lonjakan harga saham STAR dipengaruhi oleh perubahan pengendali. Pemilik baru perseroan, Calculus Investment Pte Ltd. Saat ini, proses pengambilalihan telah tuntas dan tengah masuk periode Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) dengan harga Rp88 per saham.
(Rahmat Fiansyah)





