Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) akan luncurkan layanan paylater (buy now pay later/BNPL) pada kuartal I/2026 untuk mendukung loyalitas nasabah sekaligus mengerek transaksi.
Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menyampaikan perseroan telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merilis layanan paylater dan saat ini tengah berproses di Bank Indonesia (BI).
“Yang paling siap untuk pertama kali di BNPL, di triwulan/I ini karena kita alhamdulilah sudah mendapatkan persetujuan dari OJK,” kata Hirwandi dalam Paparan Kinerja Keuangan BTN 2025, dikutip pada Selasa (10/2/2026).
Selain paylater, Hirwandi mengungkapkan bahwa BTN akan meluncurkan sejumlah layanan pada tahun ini seperti kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Khusus untuk kartu kredit, layanan ini akan diluncurkan pada akhir 2026.
Hirwandi menyebut, layanan-layanan ini merupakan bagian dari upaya perseroan menjadi beyond mortgage alias menjadi bank yang lebih modern dan masuk dalam gaya hidup para nasabahnya.
“Tentu BNPL, kartu kredit, dan kredit kendaraan bermotor itu bagian dari yang kita harus penuhi. Dan rencana kita, emang di tahun ini akan kita luncurkan semua,” ujarnya.
Baca Juga
- Target Terbaru Harga Saham BBTN usai Laporkan Pertumbuhan Kinerja 2025
- Danantara Mau Konsolidasi BUMN, BTN Tahan Ekspansi Bisnis Asuransi
- Bos BTN Buka Suara Usai Moody's Pangkas Outlook 5 Bank Besar
Adapun perseroan menargetkan nasabah eksisting, termasuk nasabah funding dan debitur kredit pemilikan rumah (KPR), sebagai sasaran utama penetrasi produk kredit konsumer baru.
Rencana peluncuran sejumlah layanan sejatinya bukanlah hal baru. Dalam catatan Bisnis, Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menyampaikan perseroan menargetkan layanan paylater dan kartu kredit meluncur tahun ini atau paling lambat Desember 2025.
“Paylater dan kartu kredit harus tahun ini. Kenapa? Karena itu lifestyle. [Maksimal dirilis] Desember [2025],” kata Rully dalam media briefing di Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2025).
Selain merilis layanan paylater dan kartu kredit bagi nasabahnya, BTN pada 2025 juga akan meluncurkan bisnis private banking. Rully mengungkap, private banking ini menyasar segmentasi teratas dengan minimal rekening mulai dari Rp15 miliar.
Dia menjelaskan segmentasi baru ini dibutuhkan mengingat potensinya yang masih sangat besar. Menurutnya, ada sekitar 42.000 calon nasabah yang masuk dalam kategori cash rich.
“Saat ini yang sudah kita miliki, yang sudah ada di 'perutnya' BTN Prioritas itu, kita sudah punya tadi 410 [nasabah] kurang lebih,” ungkapnya.




