HSBC ungkap nasabah "affluent" ingin diversifikasi ke saham global

antaranews.com
21 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT Bank HSBC Indonesia menghadirkan akses investasi pada saham perusahaan Amerika Serikat (AS) berkapitalisasi besar melalui produk reksa dana saham berbasis syariah.

Menurut perseroan, langkah ini diambil untuk merespon meningkatnya minat nasabah kelas atas (affluent) Indonesia untuk melakukan diversifikasi portofolio ke pasar saham global di tengah dinamika ekonomi saat ini.

“Kami melihat adanya urgensi di kalangan investor untuk memperluas eksposur portofolio secara geografis,” kata International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Melalui reksa dana saham syariah ini, Lanny mengatakan bahwa nasabah tidak perlu mengalami kerumitan untuk membuka rekening di luar negeri. Kini nasabah bisa mengakses saham perusahaan AS yang mendominasi pasar global dengan lebih mudah melalui ekosistem perbankan HSBC Indonesia.

Adapun reksa dana saham syariah “Batavia US Franchise Sharia Equity USD” ini dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) sebagai manajer investasi.

Produk ini bertujuan memberikan pertumbuhan modal jangka panjang dengan memanfaatkan momentum inovasi teknologi dan ketahanan ekonomi AS sebagai pusat finansial dunia.

Baca juga: Bank Mandiri meluncurkan dua produk reksadana baru

Baca juga: Mirae Asset sarankan opsi reksa dana pasar uang "sameday redeem"

Baca juga: MoU RI-Australia buka akses Danantara ke ekosistem investasi global

Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi mengatakan bahwa pihaknya membidik perusahaan yang memiliki kekuatan penetapan harga (pricing power) yang relatif tinggi dan neraca keuangan yang relatif kokoh.

Pada tahun ini, fokus utama BPAM yakni sektor yang memimpin revolusi kecerdasan buatan (AI), serta perusahaan yang diuntungkan oleh tren reshoring atau kembalinya bisnis manufaktur ke AS.

“Kami percaya kombinasi dari inovasi teknologi dan penguatan infrastruktur domestik AS akan menjadi motor utama return jangka panjang bagi investor,” kata Lilis.

Nasabah HSBC Indonesia dapat mulai membangun portofolio global dengan minimum penempatan awal sebesar 10.000 dolar AS. Transaksi dapat dilakukan melalui jaringan kantor cabang dengan panduan relationship manager atau secara instan melalui aplikasi HSBC Indonesia Mobile Banking.

Baca juga: IHSG melemah ikuti bursa kawasan Asia dan global

Baca juga: Indonesia targetkan investasi global di Ocean Impact Summit di Bali

Baca juga: Airlangga: Stabilitas ekonomi jadikan RI magnet investor global


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKS Terima Penghargaan IIPP, Kholid: Pengakuan Kerja Kolektif Kader
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Cabai Rawit Tembus Rp90 Ribu, Harga Pangan Merangkak Naik
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
IVE Tampil dengan Pesona Girl Crush yang Glamor di Lagu Terbaru, BANG BANG
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Modus Ekspor CPO Yang Dikelabui Jadi POME, Negara Rugi Rp14 Triliun
• 6 jam lalunarasi.tv
thumb
72,8 persen responden puas MBG, Waka BGN: Itu cermin sukses Prabowo
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.