BSI (BRIS) memiliki ambisi untuk ekspansi bisnis secara dominan hingga bisa bisa menjadi bank terbesar Indonesia dan top 5 global bank syariah.
IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI menargetkan ekspansi bisnis secara dominan, baik di level nasional maupun global pada tahun mendatang.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo bahkan menargetkan perseroan bisa menjadi bank terbesar di Indonesia. Hal itu sudah tertanam sejak tiga bank dimerger.
Tantangan merger yang berasal dari tiga birokrasi berbeda (Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah) dapat dimitigasi, hingga akhirnya berproses menjadi entitas bank syariah yang berpotensi mengkapitalisasi pasar.
"Impian saya, sudah pasti, Bank Syariah Indonesia harus jadi bank terbesar di Indonesia," ucap Anggoro dalam Podcast The Fundamentals yang di YouTube IDX Channel, Selasa (10/2/2026).
Di level nasional, kata Anggoro, BSI bakal terus bersaing dalam ekosistem bisnis perbankan. Artinya tidak hanya memandang kompetitor bank syariah, tapi juga bank konvensional.
Anggoro menyebut BSI memiliki keunggulan kompetitif dengan segmentasi pasar. Mayoritas penduduk Indonesia yang berstatus muslim memudahkan akselerasi bisnis perbankan melalui produk-produk. Mulai dari tabungan haji hingga tabungan emas, yang menjadi tumpuan pertumbuhan bisnis pada 2025.
"Jadi, mengalahkan bank konvensional yang lainnya. Itu impiannya. Kenapa? Kan memang potensinya besar. Bukan berarti kami hanya mengedepankan unsur religinya, tetapi dengan prinsip-prinsip syariah yang kami bangun, yang kami jaga, adil dan transparan, dan utamanya kami bicara mengenai amanah, kemaslahatan umat, harusnya prinsip syariah ini kan bisa diterima untuk masyarakat Indonesia," tutur Anggoro.
Pada level global, BSI berambisi masuk jajaran bank teratas dunia. Masih berbekal produk unggulan syariah, Anggoro ingin kapitalisasi pasar korporasi tak kalah dengan bank syariah negara lain.
"Kami sekarang ada di top 10 global islamic bank. Di tahun 2030 kami menuju top 5 global," kata dia.
Untuk mencapai target menjadi pemain besar, Anggoro menekankan perlu mental kuat. Dia menilai strategis korporasi tak cuma soal membuat produk terbaik dan memasarkannya, tapi lebih dari itu.
"Butuh nyali untuk nyala. BSI harus menyala. Harus bisa menerangi, harus bisa memastikan semakin besar, tapi itu butuh nyali. Karena sebagai pendatang baru, berkompetisi dengan bank-bank yang sudah lebih dulu, lebih besar, biasanya bukan soal kompetensi yang, yang menjadi concern, tapi kepercayaan diri," kata Anggoro.
(Febrina Ratna Iskana)





