Juda Beberkan Bukti Ekonomi RI Tumbuh, Lapangan Kerja Menjamur

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV (Q4) tahun 2025 yang melonjak signifikan 5,39% sebagai momentum sangat baik sekaligus prestasi yang patut disyukuri.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu yang mencatatkan raihan pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan negara-negara G20.


"Pertumbuhan 5,39% itu adalah pertumbuhan yang tertinggi sejak 2022 ketika terjadi rebound dari COVID. Saya kira itu sebuah achievement yang patut kita syukuri," ujar Juda dalam sesi panel forum CNBC Economic Outlook 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).

Baca: Jadi Bahan Sorotan Moody's dan S&P, Juda Agung: Defisit 3% Harga Mati

Pada sesi tersebut, Wamenkeu Juda mencatat adanya korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dengan Indeks Keyakinan Konsumen, kesejahteraan, ketersediaan lapangan kerja, dan dampak kepada tingkat kemiskinan.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per November, terdapat penambahan tenaga kerja sebanyak 1,4 juta orang hanya dalam satu kuartal (Agustus-November).

"Normalnya penambahan setahun itu 3 juta. Ini dalam satu kuartal saja sudah mencapai 1,37 juta. Ini artinya memang pertumbuhan ekonomi ini mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih baik di kuartal IV. Inilah momentum yang harus kita dorong di kuartal I ini juga," kata Juda.

Baca: Gaji Laki-laki di Indonesia Naik Tapi Perempuan Turun, Segini Nilainya

Dalam acara ini, Juda memaparkan tiga langkah strategis Kemenkeu dalam meningkatkan penerimaan negara secara substansial. Menurutnya, hal pertama yang akan dilakukan adalah meningkatkan kepatuhan dengan cara optimalisasi sistem Coretax dan digitalisasi perpajakan.

Selain itu, Kemenkeu berupaya menekan kebocoran dengan memperketat pengawasan di sektor Pajak, Bea Cukai, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Strategi pemberantasan under-invoicing juga dilakukan pemerintah dengan cara mengintensifkan pengawasan pada praktik pelaporan nilai transaksi yang lebih rendah dari seharusnya, baik pada kegiatan ekspor maupun impor.

Terkait sinergi fiskal-moneter, Juda pun menekankan pentingnya sinergi antara Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) dengan fokus utama menjaga kecukupan likuiditas perbankan dan menekan cost of capital melalui suku bunga yang efisien.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Purbaya Akui Mantan DG BI, Juda Agung Calon Kuat Wamenkeu

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Akulaku PayLater Hadir di Seluruh Transmart, Belanja Lebih Fleksibel dan Ringan
• 13 jam laludisway.id
thumb
Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 11 Februari 2026, Cek Lokasi dan Persyaratan
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Perkici Buru: Endemik Misterius Pulau Buru yang Nyaris Terlupakan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Polusi Udara Sudah Ada Sejak Romawi Kuno, Aktivitas Manusia Picu Emisi Timbal dan Metana
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kemenkes: 70 Juta Warga Ikut CKG 2025, Fokus pada Tindak Lanjut Pengobatan
• 13 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.